dimadura
Beranda Tomang Sampang Cabdin Sampang Larang Keras Sekolah Sentuh Dana PIP

Cabdin Sampang Larang Keras Sekolah Sentuh Dana PIP

Gambar ilustrasi stop pungli bantuan program PIP(Ist/Dok.dimadura.id)

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1SAMPANG, dimadura.id – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang, Mas’udi Hadiwijaya, menegaskan sekolah tidak boleh menyentuh atau melakukan pngutan liar dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik siswa.

“Saya harapkan program Indonesia Pintar ini benar-benar dikawal orang tua sejak proses awal hingga pencairan. Orang tua juga harus selalu berkoordinasi dengan pihak sekolah agar tidak terjadi miskomunikasi yang bisa menghambat pelayanan kami, terutama di jenjang SMA, SMK, maupun SLB baik negeri maupun swasta,” ujar Mas’udi, Jumat (26/9/2025).

Sebagai bentuk pengawasan, Cabdin Pendidikan Sampang menurunkan tim khusus. Setiap pengawas bertugas memantau tujuh hingga delapan sekolah untuk memastikan implementasi PIP sesuai aturan.

“Keterlibatan orang tua sangat penting dalam memantau layanan pendidikan. Dengan komunikasi yang jelas, kita bisa menghindari kesalahpahaman sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah,” jelasnya.

Mas’udi menjelaskan, PIP merupakan program strategis pemerintah untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan. Bantuan yang diterima siswa mencapai Rp1,8 juta per tahun, dengan pencairan melalui Bank BNI sebesar Rp900 ribu per semester.

“Di Kabupaten Sampang, penerima PIP fase pertama tahun 2025 mencapai 661 siswa SMA dan 887 siswa SMK. Dana tersebut sudah dicairkan sejak Juli hingga Agustus 2025,” terangnya.

Kategori penerima prioritas lanjut Mas’udi, adalah siswa pemilik Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), atau bantuan sosial lainnya. Namun, siswa tanpa kartu tersebut tetap dapat mengajukan dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu dari kepala desa atau lurah melalui sekolah.

“Pihak sekolah yang kemudian mengajukan dan melakukan verifikasi. Hanya saja, diterima atau tidaknya tetap bergantung pada kuota yang sudah ditentukan pusat, bukan oleh kami di daerah,” jelasnya.

Ia pun menekankan agar dana PIP benar-benar dipergunakan sesuai peruntukan untuk kebutuhan pendidikan siswa.

“Saya berharap bantuan ini dipergunakan sebagaimana mestinya, seperti membeli seragam, alat tulis, buku, hingga membantu biaya transportasi. Tujuan utamanya supaya anak-anak tidak berhenti sekolah hanya karena persoalan ekonomi,” pungkasnya.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan