BerandaTomangNasionalDedi Mulyadi Bina Anak Bela Negara yang Tidak Didampingi Orangtua
Dedi Mulyadi Bina Anak Bela Negara yang Tidak Didampingi Orangtua
22 Mei 2025, 10:02
Bagikan:
Dedi Mulyadi berorasi penuh semangat di atas podium dalam sebuah acara resmi di Bandung, 28 Oktober. (Foto: Istimewa/Doc. Dimadura)
Dedi mulyadi berorasi penuh semangat di atas podium dalam sebuah acara resmi di bandung, 28 oktober. (foto: istimewa/doc. Dimadura)
NEWS NASIONAL,DIMADURA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memutuskan menjadi orangtua asuh bagi sejumlah siswa peserta program pendidikan bela negara yang tidak didampingi orangtua dalam acara puncak peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Gasibu, Bandung, Selasa (20/5/2025).
Keputusan tersebut ia sampaikan seusai menyaksikan momen haru antara siswa dan orangtua mereka. Para siswa sebelumnya menjalani program pendidikan karakter di Pusat Pendidikan Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang, selama dua pekan. Pendidikan ini difokuskan pada pembentukan sikap, disiplin, dan rasa tanggung jawab.
“Siapa pun anak yang hari ini orangtuanya tidak datang, atau yang sudah yatim piatu, langsung jadi anak saya,” ujar Dedi usai acara di halaman Gedung Sate.
Dedi mengatakan akan membiayai pendidikan anak-anak tersebut, membimbing mereka secara pribadi, dan memfasilitasi masa depan mereka sesuai potensi dan keinginan masing-masing.
“Saya sekolahkan. Saya siapkan untuk kuliah, jadi TNI, jadi polisi, atau ke mana pun yang mereka cita-citakan,” ucapnya.
Program pendidikan bela negara yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng TNI dan menyasar para siswa yang sebelumnya terlibat dalam pelanggaran kedisiplinan di sekolah.
Meskipun sempat menuai kritik karena pendekatan semi-militer, program ini mulai menunjukkan hasil positif berupa perubahan perilaku peserta.
Sejumlah orangtua yang hadir dalam acara tersebut mengaku terharu dan bersyukur melihat perubahan sikap anak-anak mereka. Tak sedikit dari mereka yang menyampaikan langsung apresiasi kepada Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi, program tersebut tidak hanya bertujuan menegakkan kedisiplinan, tetapi juga membangun kembali kedekatan emosional antara negara dan rakyat, terutama dalam persoalan sosial seperti kenakalan remaja dan anak yang kehilangan pengasuhan.
“Banyak yang meragukan pendekatan ini. Tapi kalau niatnya dari hati, maka hasilnya akan diterima oleh rasa juga,” katanya.
Ia menambahkan bahwa negara harus hadir tidak hanya dalam bentuk regulasi, tetapi juga dalam bentuk kasih sayang, perhatian, dan tanggung jawab terhadap masa depan generasi muda.
“Ini bukan urusan administrasi, ini urusan rasa,” tegasnya.
Langkah spontan Dedi menjadi orangtua asuh ini mendapat sorotan luas dari masyarakat. Banyak yang menilai keputusan tersebut sebagai bentuk konkret kehadiran negara dalam menyelesaikan persoalan sosial secara langsung dan manusiawi.***
Post Views:365
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.