Dinkes Sumenep Pastikan Takjil di Bazar Ramadan 2026 Aman, Hasil Uji Lab Negatif Zat Berbahaya
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memastikan seluruh takjil yang dijual di berbagai bazar Ramadhan tahun 2026 aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, melalui kepala bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Desy Febryan, mengatakan hasil pengawasan serta uji laboratorium terhadap sejumlah sampel makanan dan minuman berbuka puasa menunjukkan tidak adanya kandungan zat berbahaya maupun kontaminasi bakteri.
“Alhamdulillah, dari beberapa sampel yang kami uji di laboratorium, hasilnya negatif semua. Jadi takjil yang beredar aman untuk dikonsumsi masyarakat,” jelas Desy, saat dikonfirmasi, (13 /13/2026).
Pengawasan keamanan pangan tersebut telah dilakukan sejak awal Ramadhan. Sebelumnya, dinkes sumenep telah mengerahkan tim keamanan pangan profesional sejak 24 Februari 2026 untuk melakukan pemeriksaan di sejumlah titik penjualan takjil.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya proaktif pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat dari potensi risiko kesehatan, seperti kontaminasi bakteri maupun penggunaan bahan kimia berbahaya dalam makanan berbuka puasa.
Menurut Desy, pada minggu pertama Ramadhan pihaknya telah melakukan pengecekan, pembinaan, dan pengawasan di dua bazar takjil serta beberapa pusat jajanan yang ramai dikunjungi masyarakat.
Selain itu, pengawasan juga diperluas ke seluruh kecamatan dengan melibatkan puskesmas setempat.
“Selama Ramadhan kami menindaklanjuti surat dari Kementerian Kesehatan serta imbauan dari Bupati Sumenep untuk melakukan pengawasan keamanan pangan di bazar takjil. Kegiatan ini juga diikuti seluruh puskesmas di kecamatan,” katanya.
Tim dari puskesmas yang diturunkan terdiri dari petugas puskesmas kesehatan, tenaga kesehatan lingkungan, serta melibatkan berbagai unsur lintas sektor.
Mereka melakukan pengecekan langsung terhadap makanan yang dijual, sekaligus memberikan pembinaan kepada para pedagang.
“Di setiap kecamatan, rombongan pengawasan dipimpin oleh puskesmas bersama lintas sektor untuk melakukan pengecekan dan pembinaan di bazar-bazar takjil,” terang Desy.
Sementara itu, untuk pengawasan di tingkat kabupaten, lanjut dia, dinkes sumenep turut menggandeng sejumlah instansi lain, seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Pariwisata.
Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan guna memastikan pengawasan keamanan pangan berjalan optimal selama Ramadhan.
“Dengan keterlibatan berbagai pihak, kami berharap masyarakat bisa lebih tenang dalam mengonsumsi takjil selama bulan Ramadhan,” pungkasnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




