dimadura
Beranda Tomang Sumenep Diskan Sumenep Kembangkan Strategi Penguatan Kontribusi Daerah untuk PDB Nasional

Diskan Sumenep Kembangkan Strategi Penguatan Kontribusi Daerah untuk PDB Nasional

Tampak dari Depan Kantor Dinas Perikanan Sumenep, (Foto.Ari/Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS DIMADURA, SUMENEP–Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, melalui Dinas Perikanan setempat, terus mengembangkan strategi untuk memperkuat kontribusi daerah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sektor perikanan nasional.

‎Langkah tersebut, sejalan dengan target pemerintah pusat yang menargetkan sumbangan sektor perikanan terhadap PDB nasional mencapai 4,00-5,00 persen pada tahun 2025.

‎Optimalisasi budidaya ikan serta penguatan investasi di sektor kelautan menjadi fokus utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sumber daya maritim tersebut.

‎Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Agustiono Sulasno, menjelaskan bahwa seluruh hasil produksi perikanan baik dari wilayah daratan maupun kepulauandilaporkan secara sistematis ke pemerintah pusat.

‎Dengan tren pertumbuhan hasil panen yang konsisten setiap tahun, ia meyakini kontribusi Sumenep terhadap PDB nasional akan terus meningkat.

‎“Data produksi ini menjadi pijakan penting dalam menghitung kontribusi kami terhadap PDB sektor perikanan,” ujar Agustiono, di Sumenep, Jumat (24/5/2025).

‎Ia menjelaskan, sejumlah kawasan di Sumenep telah berkembang menjadi sentra budidaya ikan air tawar maupun laut.

‎Daerah seperti Dungkek, Ganding, Guluk-Guluk, hingga Pragaan menunjukkan perkembangan signifikan, disusul kawasan kepulauan seperti Kangayan yang kini mulai dilirik sebagai lokasi budidaya potensial.

‎Di sisi lain, menurutnya, kehadiran investor juga memberikan dampak positif. Salah satu perusahaan yang aktif beroperasi di sektor ini adalah PT Balad, yang mengembangkan budidaya lobster, tripang, dan rumput laut di wilayah Kangayan.

‎Agustiono menyebut investasi tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun ikon baru perikanan Sumenep.

‎“Selain nilai ekonomi, investasi ini juga membawa dampak sosial melalui penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi kepada pembudidaya lokal,” katanya.

‎Ia menegaskan, kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam percepatan pencapaian target PDB.

‎Untuk mendukung upaya itu, Dinas Perikanan telah menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp3 miliar pada tahun 2025 melalui APBD, yang akan difokuskan pada program budidaya ikan lele, nila, udang, dan rumput laut.

‎Agustiono optimistis bahwa potensi kelautan dan perikanan Sumenep yang melimpah dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi nasional jika dikelola secara berkelanjutan dan inklusif.

‎“Setiap kilogram hasil panen yang tercatat akan menjadi bagian dari kontribusi kami ke PDB nasional. Tinggal bagaimana kita kelola potensi besar ini secara maksimal,” tandasnya.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan