Instruksi Hemat Anggaran Mendagri dan Pro Kontra Gelaran Festival Sumenep 2025
NEWS DIMADURA, SUMENEP–Pelaksanaan Festival Sumenep 2025 yang digelar secara besar-besaran ditengah Instruksi hemat anggaran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia menuai sorotan dari berbagai kalangan.
Agenda tersebut, menui pro dan kontra di kalangan masyarakat Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Salah satunya datang dari aktivis PMII Sumenep Abd. Halim, menilai Pemkab Sumenep seharusnya lebih berhati-hati.
“Kami tidak menolak festival budaya, tetapi waktunya kurang tepat. Instruksi Mendagri jelas soal efisiensi, namun pemerintah daerah seolah jalan sendiri,” ujarnya.
Menurut dia, sementara sebagian lainnya mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran daerah di tengah instruksi efisiensi dari pemerintah pusat.
Berdasarkan himbauan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah menunda kegiatan seremonial yang berpotensi menguras anggaran dan menimbulkan kesan pemborosan.
Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tetap berencana menggelar Festival Musik Tong Tong, Festival Garam di Tahun 2025.
Instruksi Mendagri Tito disampaikan sebelumnya usai Rapat Pengendalian Inflasi di Kantor Kemendagri, Jakarta. Tito menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan peka terhadap kondisi masyarakat.
“Menunda semua kegiatan seremonial yang terkesan pemborosan, apalagi seperti Festiva, musik. Maksud saya kegiatan dinas ya, kegiatan seremonial dinas,” ujar Tito dilansir dari antaranews.com. Selasa (2/9/2025).
Mendagri juga menegaskan bahwa pejabat daerah dan keluarga harus menjaga sikap agar tidak terkesan pamer kemewahan (flexing), baik melalui acara dinas maupun pribadi.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




