Masyarakat sekitar turut terlibat dalam proses persiapan hingga peresmian Bank Sampah. Partisipasi itu menurutnya cukup menjadi modal penting agar program tidak berhenti ketika masa pengabdian mahasiswa selesai.
Selain sampah bernilai ekonomis, KKN Posko 04 juga menyediakan tempat pembakaran khusus untuk sampah residu.
Langkah tersebut melengkapi sistem pengelolaan sampah yang dibangun selama KKN berlangsung pada 24 Agustus hingga 22 September 2026.
"Bank Sampah dalam program ini memiliki dua pesan sekaligus, menjaga lingkungan dan mengenalkan nilai ekonomi dari sampah," urainya.
Menurut Wulan, perubahan dapat dimulai dari kebiasaan yang sangat sederhana, yakni memilah sebelum membuang. Bagi pesantren dan masyarakat, sambung dia, kebiasaan itu dapat berkembang menjadi sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata.
Pada akhirnya, program edukasi berupa Eco Generation ini menjadi upaya menanamkan cara pandang bahwa lingkungan adalah tanggung jawab bersama, "sementara sampah yang dikelola dengan baik dapat berubah dari persoalan menjadi sumber manfaat," timpalnya.
Dari lingkungan pesantren, kebiasaan kecil ini diharapkan terus tumbuh. "Sebab perubahan lingkungan tidak selalu membutuhkan gerakan besar. Kadang, ia bermula dari satu tempat sampah, satu kebiasaan memilah, lalu dilakukan bersama-sama," pungkas Koordinator KKN UA Posko 04, Asri Wulandari. ***

