KAMPUS, DIMADURA — Organisasi yang tumbuh tidak cukup ditopang oleh banyaknya program kerja. Ia membutuhkan struktur yang jelas, komunikasi yang sehat, dan orang-orang yang mampu berjalan dalam satu arah.

Nilai itulah yang menjadi napas Upgrading Ormawa Raya Sekolah Tinggi Agama Islam Nasy’atul Muta’allimin (STAINAS) di BLK kampus setempat, Sabtu (26/9/2026).

Sebanyak 35 perwakilan organisasi mahasiswa (Ormawa) mengikuti kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.40 WIB tersebut.

Forum dipimpin Ketua BEM STAINAS, Nayli Ramdaniyah, sebagai ruang pembinaan untuk memperkuat pemahaman pengurus mengenai struktur organisasi sekaligus membangun hubungan antarlembaga kemahasiswaan.

Zairozie Tamim menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Ia menguraikan struktur kepengurusan Ormawa, mulai dari tingkatan organisasi, pembagian posisi, hingga fungsi dan tanggung jawab setiap pengurus.

Menurut Zairozie, pemahaman terhadap struktur penting agar setiap pengurus mengetahui peran yang harus dijalankan.

Organisasi, kata dia, membutuhkan pembagian kerja yang jelas agar tanggung jawab tidak berhenti pada jabatan, tetapi diterjemahkan menjadi kerja bersama.

Di luar struktur formal, Zairozie menekankan pentingnya cara pengurus menghadapi dinamika organisasi. Perbedaan pandangan, persoalan internal, dan proses pengambilan keputusan perlu dihadapi dengan komunikasi serta sikap saling mendukung.

“Jangan menyikapi Ormawa dengan marah, upayakan supportif,” pesan Zairozie.

Pesan tersebut merupakan bagian penting dari pembinaan kultur organisasi mahasiswa di STAINAS. 

"Bagi kita yang masih menyandang status mahasiswa, Ormawa hendaknya jadi ruang untuk belajar mengelola tanggung jawab, bekerja dalam tim, menyampaikan gagasan, sekaligus memahami bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi bagi organisasi," urainya menambahkan.

Peran BEM dalam kegiatan itu turut mempertemukan para pengurus dari berbagai lembaga kemahasiswaan dalam satu forum. 

"Pertemuan ini diharapkan membuka ruang komunikasi yang lebih luas di antara organisasi yang selama ini menjalankan fungsi dan program masing-masing," pungkasnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama. Suasana yang semula formal berubah menjadi lebih cair ketika para peserta duduk dan berbincang dalam satu ruang. ***