Keluarga Korban Pencabulan di Robatal Desak Polres Sampang Segera Tangkap Pelaku
SAMPANG, dimadura.id – Keluarga korban dugaan pencabulan di Kecamatan Robatal, menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Sampang, Rabu (24/9/2025).
Mereka menuntut agar aparat kepolisian segera menangkap terduga pelaku berinisial B (24) warga Ketapang yang hingga kini masih berkeliaran.
“Kami sudah melapor sekitar dua bulan lalu ke Polres Sampang, namun hingga kini masih belum ada kejelasan,” kata M salah seorang anggota keluarga korban.
Ia meminta agar polisi bergerak cepat agar kasus serupa tidak menimpa orang lain.
“Kami minta tolong pak Polisi… untuk segera menangkap pelaku berinisial B (24) warga Ketapang yang sudah melakukan tindakan tak senonoh terhadap R. Biar kasus serupa tidak terjadi kepada yang lain,” ujarnya.
Dalam orasinya, M juga mengungkapkan kekhawatiran keluarga karena sampai sekarang pelaku belum ditangkap.
“Pelaku sampai saat ini tidak juga ditangkap. Apa karena saya keluarga tidak punya yang tidak bisa membayar polisi untuk menangkap pelaku?” kata M menegaskan kecurigaan keluarga terhadap lambatnya penanganan.
Kronologi singkat
peristiwa dugaan pencabulan terjadi pada (28/7) malam di Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal. Korban, R (17) warga Robatal.
Kemudian, keluarga korban melaporkan kejadian itu ke Polres Sampang pada (30/7). Meski laporan sudah diterima, keluarga menyebut terduga pelaku yang dicatat sebagai B (red.) hingga kini belum ditangkap.
Sikap kepolisian
Menanggapi kasus tersebut, Kapolres Sampang AKBP Hartono menegaskan komitmennya dalam penanganan perkara kekerasan seksual. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus gabungan unit reskrim dan intelijen untuk memburu pelaku.
“Kami peduli dan akan bekerja maksimal. Kendala di lapangan memang sering muncul, salah satunya karena saat laporan masuk, kasus sudah lebih dulu ramai diberitakan sehingga pelaku keburu melarikan diri. Meski demikian, kami tetap berkomitmen menuntaskan perkara ini,” ujarnya.
Lebih lanjut Hartono menjelaskan, bahwa penyidik sudah berupaya mencari informasi, termasuk upaya menghubungi pihak terkait.
“Posisi saat ini kami berupaya maksimal mencari informasi kemana-mana. Kalau ada (informasi pelaku) pasti kita tindak, kalau ada anggota saya main-main silakan laporkan, pasti akan saya tindak tegas. Saya tidak main-main,” tegas Hartono.
Namun, hingga saat ini keberadaan pelaku berinisial B masih belum terlacak. Kapolres menyebut pihaknya terus mengembangkan pencarian.
Tuntutan keluarga dan kekhawatiran publik
Keluarga korban berharap penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu dan proses penangkapan pelaku berjalan cepat. Mereka juga meminta transparansi proses penyidikan agar publik serta korban mengetahui perkembangan kasus.
Aksi solidaritas di Mapolres Sampang diwarnai spanduk tuntutan dan orasi dari keluarga serta pendukung menuntut kepastian hukum.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





