Kata guyonan di warung kopi: Jaka Sembung.

Padahal pelayanan rumah sakit tidak bisa ditopang oleh jabatan di atas kertas saja. Tapi butuh orang yang mengerti masalah, cepat membaca keadaan, dan berani mengambil keputusan ketika keadaan mendesak.

dr Erliyati tergolong dokter senior. Dia alumni Unair. Jejaringnya dengan dokter-dokter spesialis juga luas. dr Erli juga dikenal sat-set ketika menghadapi pekerjaan yang tidak bisa menunggu.

Kalau ada yang harus segera dibereskan, ia langsung bergerak. Maka wajar jika ia sering berkata: seandainya ucapan dan tindakan berjalan seirama.

Karena rumah sakit perlu tindakan yang nyata. Bukan tambahan beban yang dibungkus kata-kata manis.

Bisa jadi status “ingin jadi anak-anak saja” itu lahir dari rasa lelah. Ketika orang-orang yang sebelumnya menjadi penyangga kerja-nya direlokasi ke luar RSUDMA. Ketika beban bertambah, tetapi ruang gerak Plt tetap terbatas.

Plt memang memimpin. Tapi kewenangannya tidak seluas Direktur Utama definitif.

dr Erliyati seperti diminta membawa kapal besar melewati ombak, sementara sebagian alat kendali belum sepenuhnya berada di tangannya.

Suatu ketika dia berucap; saya  ingin bekerja tanpa terlalu banyak beban yang seharusnya bisa dibagi. Saya ingin pelayanan rumah sakit berjalan dengan tim yang utuh. Saya ingin perkataan dan dukungan benar-benar berubah menjadi tindakan.

Dan justru karena itu,  curhatan dr Erliyati tidak boleh dianggap sebagai sekadar status WA. ***