Laskar Muda Tuding Inspektorat Sumenep “Tutup Mata”, Desa Montorna Terjebak Jalan Rusak dengan Dana Miliaran
NEWS DIMADURA, SUMENEP–Laskar Muda Reformis menuding Inspektorat Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, abai menjalankan fungsi pengawasan, usai menemukan jalan rusak parah di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, meski dana desa mencapai Rp1,4 miliar per tahun.
Mereka mendesak audit menyeluruh atas dugaan penyimpangan anggaran, sementara inspektorat beralasan masih menunggu prosedur koordinasi.
Kekecewaan itu disampaikan dalam audiensi terbuka bersama inspektorat, di mana Laskar Muda Reformis menilai lembaga pengawas daerah gagal memastikan dana desa digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.
Padahal, Desa Montorna yang terletak di ujung barat Sumenep masih memiliki akses jalan antar-dusun berbatu dan tanah, berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan.
“Kami sangat kecewa. Dana besar tak mencerminkan pembangunan. Ini pembiaran yang tak bisa ditoleransi,” tegas Moh. Sobir, Koordinator Laskar Muda Reformis, Jumat (9/5/2025).
Padahal dalam UU No. 1/2024 tentang HKPD menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur desa berdasarkan asas keadilan dan pemerataan.
Dalam pakta integritas yang diserahkan kepada Inspektorat, Laskar Muda Reformis meminta tiga hal:
1. Kunjungan lapangan segera ke Desa Montorna,
2. Audit dana desa tiga tahun terakhir dalam satu bulan,
3. Sanksi hukum bagi pelaku penyimpangan.
Namun, tuntutan itu belum direspons konkret. “Kami berharap inspektorat tak hanya duduk di belakang meja, tetapi turun melihat penderitaan warga,” tambah Sobir.
Menanggapi hal tersebut, Asis Munandar, Inspektur Pembantu III Inspektorat Sumenep, menyatakan pihaknya akan mengikuti prosedur dengan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Camat Pasongsongan, DPMD, dan Badan Pengawas Desa.
“Kami belum bisa menandatangani pakta integritas karena masih perlu investigasi,” ujarnya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





