dimadura
Beranda Tomang Sampang Mayat Mr X Ditemukan di Pulau Mandangin Sampang, Polisi Minta Warga Melapor Jika Kehilangan Keluarga

Mayat Mr X Ditemukan di Pulau Mandangin Sampang, Polisi Minta Warga Melapor Jika Kehilangan Keluarga

Mayat Misterius Ditemukan Mengapung di Perairan Mandangin Sampang di evakuasi ke dermaga (Dok. dimadura.id)

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1SAMPANG, dimadura.id – Identitas jasad tanpa nama (Mr X) yang ditemukan mengapung di perairan timur laut Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, hingga kini masih menjadi misteri. Jasad tersebut telah menjalani autopsi oleh dokter forensik Polda Jatim dan sudah dimakamkan dengan izin dari Satreskrim Polres Sampang.

Humas dan Marketing RSUD dr. Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang, Amin Jakfar, membenarkan bahwa proses autopsi telah dilakukan.

“Mayat Mr X sudah dikubur, dan semua prosedur dilakukan seizin Reskrim Polres Sampang. Untuk hasil autopsi, silakan konfirmasi ke Reskrim,” ujarnya, Jum’at (12/12/2025).

Sementara itu, Plh Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih kesulitan mengidentifikasi jasad tersebut.

“Kemarin sudah diperiksa dokter rumah sakit, tetapi identitasnya belum diketahui karena sidik jarinya tidak ada. Kondisinya sudah hancur,” jelasnya.

Hingga saat ini belum ada masyarakat yang melaporkan kehilangan anggota keluarga. Polisi mengimbau warga untuk segera melapor jika merasa kehilangan sanak saudara.

“Kami berharap masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya segera melapor ke Polres Sampang. Nanti bisa kami cocokan. Saat ini kondisi mayat sudah hancur sehingga identifikasi visual sulit dilakukan,” tambah Eko.

Kronologi Penemuan

Sebelumnya diberitakan, jasad tanpa identitas tersebut ditemukan seorang pemancing yang sedang melaut sekitar pukul 10.20 WIB pada Rabu (10/12/). Jasad mengapung pada jarak sekitar 3 mil dari Pulau Mandangin dengan titik koordinat 07°16’500″ S – 113°17’100″ E.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan jasad ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

“Saat ditemukan, tubuh korban sudah membusuk dan diperkirakan lebih dari tujuh hari,” ungkapnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal dokter IGD dan kamar jenazah RSMZ, korban diperkirakan berusia 30–40 tahun, dengan tinggi badan sekitar 160 cm, namun jenis kelamin tidak dapat dipastikan karena kerusakan tubuh yang parah.

Jasad kemudian dievakuasi ke Dermaga Polairud Sampang dan dibawa ke RSUD dr. Mohammad Zyn pada pukul 12.05 WIB untuk proses otopsi dan identifikasi lebih lanjut.


 

Penulis: Zainullah

Editor: Redaksi

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan