NEWS JAKARTA, DIMADURA–Tokoh Madura sekaligus Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, mengapresiasi film "FOUFO" yang dinilainya menjadi tonggak baru bagi representasi budaya Madura di perfilman nasional.

Penilaian itu disampaikannya usai menghadiri Gala Premiere sekaligus nonton bareng film garapan sutradara Bayu Skak di Epicentrum, Jakarta, Sabtu (4/7).

Menurut Achsanul, FOUFO tidak hanya menawarkan hiburan melalui balutan komedi fiksi ilmiah, tetapi juga menghadirkan identitas Madura sebagai ruh utama cerita.

Menurutnya penggunaan bahasa Madura secara dominan dalam film tersebut menjadi pencapaian penting bagi keberagaman budaya Indonesia di layar lebar.

"Malam ini layar bercerita tentang kita. FOUFO menaruh bahasa Madura di jantung film nasional, bukan tempelan, bukan bumbu, melainkan denyut utama cerita. Untuk pertama kalinya, anak-anak Madura mendengar bahasa ibunya berbicara dari layar bioskop dengan bangga," kata Achsanul.

Film FOUFO menempatkan budaya Madura sebagai elemen utama dengan sekitar 70 persen dialog menggunakan bahasa Madura.

Mayoritas pemerannya juga merupakan talenta asli Madura yang terpilih melalui proses open casting di Surabaya Utara yang diikuti sekitar 2.500 peserta.

Film tersebut mengisahkan Muslim, seorang pengepul barang rongsokan di Kampung Rombeng yang berjuang mengumpulkan biaya keberangkatan haji ibunya.

Kehidupannya kemudian berubah setelah menemukan seekor alien kecil bernama Foufo di reruntuhan pesawat luar angkasa.

Dalam kesempatan itu, Achsanul juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, yang dinilainya memberikan dukungan sejak tahap awal produksi film.