Program tersebut telah berlangsung selama tiga musim. Sebelumnya, I.League juga menjalankan program Goes to Campus.
Khusus di Pamekasan, rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Goes to Campus di Universitas Madura. Selanjutnya, program dilanjutkan di SMA Negeri 2 Pamekasan.
Hanif menjelaskan, pemilihan kota dalam program tersebut dilakukan dengan menyasar daerah yang menjadi basis klub sepak bola profesional.
Dengan demikian, lanjutnya keberadaan kompetisi dan industri sepak bola dapat diperkenalkan secara langsung kepada lingkungan akademik.
“Artinya, ini bisa menjadi bagian dari kami untuk menginformasikan bahwa sekarang sepak bola itu sudah menjadi industri,” ujar Hanif.
Menurut Hanif, industri sepak bola memiliki perputaran ekonomi yang cukup besar. Berdasarkan kalkulasi BRI Research Institute pada dua musim sebelumnya, perputaran ekonomi dalam industri sepak bola disebut mencapai Rp10,4 triliun.
Besarnya industri tersebut, lanjut Hanif, juga membuka peluang terhadap berbagai jenis profesi. Karena itu, pelajar tidak harus memandang karier di dunia sepak bola hanya sebatas menjadi pemain.
“Banyak profesi yang bisa digeluti di balik industri sepak bola, dari media officer, medical officer, GC, bahkan data analyst,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan di SMA Negeri 2 Pamekasan diisi dengan berbagai agenda yang melibatkan para siswa.
Interaksi bersama pemain Madura United menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan ekosistem sepak bola profesional sekaligus membuka wawasan generasi muda mengenai peluang karier di industri tersebut. ***

