SAMPANG, DIMADURAPeristiwa carok kembali terjadi di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Kali ini, seorang pria berusia 60 tahun terlibat duel menggunakan senjata tajam dengan dua pria yang diduga menyimpan dendam akibat hubungan asmara yang tidak direstui.

Perkelahian tersebut terjadi di depan sebuah bengkel motor di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Sampang, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Tiga orang yang terlibat dalam peristiwa itu adalah S (60), warga Dusun Pao Pale Daya, Kecamatan Ketapang, Sampang, serta H (44) dan HR (51), warga Desa Masaran, Kecamatan Banyuates.

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, peristiwa tersebut bermula dari perselisihan antara S dan HR di jalan.

Perselisihan itu kemudian berkembang hingga terjadi duel menggunakan senjata tajam.

"Tiga orang yang terlibat, yakni S (60), warga Dusun Pao Pale Daya, Kecamatan Ketapang, Sampang, dengan H (44) dan HR (51), warga Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Sampang," kata Eko, dilansir detikjatim.

Berikut sejumlah fakta di balik peristiwa carok tersebut:

1. Dipicu dugaan hubungan asmara yang tidak direstui

Polisi menyebut, persoalan tersebut diduga berawal dari hubungan asmara antara S dengan ibu HR.

HR disebut tidak merestui kedekatan tersebut. Rasa sakit hati dan dendam yang muncul kemudian diduga menjadi pemicu perselisihan antara HR dan S.

"Kejadian penganiayaan atau perkelahian dengan menggunakan senjata tajam dipicu oleh rasa sakit hati atau dendam oleh HR terhadap S, dikarenakan saudara S diduga ada hubungan asmara dengan ibunya HR dan saudara HR tidak merestui," ujar Eko.

2. Perselisihan diawali tabrakan sepeda motor

Sebelum duel menggunakan senjata tajam terjadi, S dan HR lebih dahulu terlibat perselisihan di Jalan Dusun Jablung, Desa Masaran, sekitar pukul 20.50 WIB.

Saat itu, S mengendarai sepeda motor dari arah selatan. Di lokasi tersebut, ia berpapasan dengan HR yang berboncengan dengan seorang saksi.

Polisi menduga HR menabrakkan sepeda motornya ke kendaraan yang dikendarai S. Keduanya kemudian terlibat cekcok hingga berkelahi menggunakan kayu.

Perkelahian itu sempat dilerai oleh warga.

"Sekira pukul 20.50 WIB, S mengendarai sepeda motor dari arah selatan berpapasan dengan terduga pelaku HR (51) yang berboncengan dengan saksi dari arah utara ke selatan di Jalan Dusun Jablung, Desa Masaran, Kecamatan Banyuates," kata Eko.

"Kemudian, terduga saudara HR menabrakkan sepeda motor yang dikendarainya terhadap sepeda motor yang dikendarai saudara S sehingga terjadi cekcok dan perkelahian di antara keduanya dengan menggunakan kayu, namun berhasil dilerai oleh saksi," imbuhnya.

3. HR mengajak sepupunya membawa celurit

Perselisihan tersebut ternyata belum berakhir. Setelah kejadian itu, HR mendatangi rumah sepupunya, H, dan menceritakan peristiwa yang dialaminya.

H yang mendengar cerita tersebut kemudian emosi. Ia lalu mengajak HR mengambil celurit untuk mencari S.

Saat itu, S diketahui berada di rumah istrinya di Dusun Jablung, Desa Masaran.

"Kemudian HR mendatangi rumah H yang tak lain adalah sepupunya di dusun, kemudian menceritakan perihal kejadian yang dialaminya," ujar Eko.

"Mendengar cerita itu kemudian H marah dan mengajak HR membawa dan mengambil celurit untuk mencari S di rumah istrinya di Dusun Jablung, Desa Masaran," lanjutnya.

4. Duel menggunakan celurit dan parang terjadi di bengkel

H dan HR kemudian berboncengan menggunakan sepeda motor untuk mencari S.

Pencarian itu berakhir di sebuah bengkel milik S di Desa Masaran. Di lokasi tersebut, ketiganya kembali bertemu hingga terjadi perkelahian menggunakan senjata tajam.

Polisi menyebut S menggunakan parang, sedangkan H dan HR membawa celurit.

"H dan HR kemudian mencari S dengan berboncengan mengendarai motor. Mereka akhirnya bertemu di sebuah bengkel milik S hingga di sana terjadi perkelahian dengan menggunakan senjata tajam," kata Eko.

"Jenis senjata tajam yang dipakai S menurut pengakuan adalah parang. Sedangkan H dan HR menurut pengakuan menggunakan sajam celurit," imbuhnya.

5. Ketiga orang terluka dan diamankan polisi

Duel tersebut mengakibatkan ketiga orang yang terlibat mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.

S mengalami luka pada tangan kanan dan bagian belakang kepala. Sementara HR mengalami luka pada tangan kanan. Adapun H mengalami luka pada paha kanan dan siku kanan akibat terjatuh.

Ketiganya sempat mendapatkan perawatan medis sebelum diamankan polisi.

Petugas juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya senjata tajam yang digunakan dalam perkelahian, pakaian berlumuran darah, serta sepeda motor yang digunakan para pihak.

"Para pelaku, tiga orang yang terlibat perkelahian, berhasil diamankan di Polsek Banyuates dan dibawa ke Polres Sampang guna proses lidik dan sidik," ucap Eko. ***