Bokong semok juga dapat digambarkan seperti bokor terbalik (sejenis wadah di zaman kerajaan zaman dahulu). Saat ini, bokor atau cemmong (Madura) biasa dipergunakan untuk hiasan atau tempat uang pada acara gaweyan (pernikahan).

Tentang nakèr lèmas ini, Madura punya tradisi. Konon, setelah 40 hari wafatnya seseorang, maka orang Madura biasanya akan menyiapkan nasi dengan lauk sate dan serunding.

Hidangan tersebut dibungkus daun pisang berbentuk limas sebanyak 7 bungkus lalu dihias dengan daun kelapa muda. Nasi limas itu lalu diletakkan di 7 pintu rumah tetangga saat mereka sudah lelap dalam tidur malam. Diusahakan, pemilik rumah tidak boleh bangun gara-gara saat meletakkannya.

Adapun filosofi mengapa mesti 7 bungkus dan 7 pintu adalah, bahwa langit dan bumi sendiri ada tujuh lapis. Selain itu, dari 20 sifat Allah, yang paling dominan ada tujuh sifat, yaitu: qudrat, iradat, ilmu, hayat, sama’, bashar, dan kalam.

Dalam keyakinan orang Madura, sojjhin (alat tusuk) yang dijadikan sebagai tusuk sate tersebut sangat berbahaya. Setelah dimakan, tusuk sate tersebut mesti diamankan karena bisa menyebabkan tetanus, bahkan kematian.

17. Pinggang

Pinggang adalah bahasa Indonesia dari tèng-entèngan. Tèng-entèngan wanita cantik adalah jika bentuknya laksana gitar, langsing.

Oca' pangalem untuk pinggang yaitu: angghâghâttèng. Contoh dalam kalimat, tèng-entènganna angghâghâttèng.

Maksudnya, bentuk dan gerak pinggangnya seperti ghâghâttèng, sejenis laba-laba berkaki panjang yang biasanya hinggap dan diam sambil bergoyang-goyang di tembok kamar mandi.

Bagaimana ketika kita melihat wanita cantik berjalan di depan kita, tentu mata ini seolah sedang ditarik-tarik karena goyangan pinggangnya yang bergeol saat berjalan.

18. Betis

Oca' pangalem untuk betis wanita cantik yaitu: Bettèssa ampoḍhâk nyongsang. Artinya, betis perempuan itu seperti batang pandan putih yang terbalik, semakin ke bawah semakin kecil.