11. Uban

Obânna nyambhel bijjhân (uban perempuan itu seperti sambal biji wijan). Perumpamaan atau tamsil ini ingin menggambarkan rambut perempuan tua yang masih tetap cantik.

Maksudnya, walaupun perempuan itu sudah tua, uban di rambutnya malah menambah kesan manis penampilannya. Bintik-bintik uban menjadi manis di mata orang yang melihat.

12. Kulit

Konèng kolè'na monḍhu akadhiyâ emmas èsanglèng (kuning kulit perempuan itu bagai emas yang baru saja disepuh: cerah berkilau seperti kuning buah mondu.

Warna kuning emas saja tidak cukup. Sebab, kendatipun emas itu sudah disempuh, tapi lama-kelamaan, karena terkena asin keringat atau bekas cucian, kilau cerah emas tersebut pasti akn luntur.

Kolè’na sè celleng, manès manggis (kulitnya benar hitam, tapi sedap manis dipandang).

Kolè’na aḍârâ (kulitnya berwarna kemerah-merahan, tampak seperti berdarah di dalamnya).

Istilah kedua di atas ingin mengatakan bahwa kulit yang sehat adalah kulit yang segar dan kelihatan bahwa di bawah dasar kulit tersebut ada darah yang hidup dan mengalir.

13. Tangan

Oca' pangalem yang dapat dijadikan alat ukur kecantikan perempuan dapat dilihat dari dua bagian. Pertama dari bentuk jari-jemari dan yang kedua dari lengannya.

Di bawah ini 2 oca' pangalem untuk bagian tangan perempuan cantik.

Ghârighi’na angrajhung ḍuri (jari-jemarinya runcing seperti duri rukem, makin ke ujung makin kecil, lancip)