B. Indikator Sifat Wanita Cantik
Sifat lahir yang dimaksud di sini antara lain adalah bagaimana cara wanita itu berbicara, melihat, kemudian senyumnya, jalannya dan tingkah lakunya sehari-hari.
Karena penjelasan ini masih berkaitan dengan onggota tubuh yang disebutkan di atas, maka penomoran poin penjelasan kita lanjutkan dari 23.
23. Cara bicara
Pacacana lemma’ manès, atau ada juga yang mengatakan: ca'-oca'na paè’ maddhu.
Maksudnya, selain cara bicaranya lemah-lembut dan sopan, kata-kata tersebut dikeluarkan oleh lisannya yang manis.
Wanita cantik sangat jarang berbicara, tapi sekali berbicara begitu mengandung banyak hikmah. Seumpama madu hitam (madu alas), selain harganya yang mahal, madu juga mempunyai banyak khasiat, bahkan disebut beberapa kali dalam Alquran.
24. Senyuman
Senyum dalam bahsa Madura: mèsem. oca' pangalem untuk senyuman wanita cantik sebagai berikut.
Pamèsemma mèsem bâlibis. Ketika tersenyum, kedua sisi mulutnya mekar seimbang, seperti paruh burung belibis. Bibir kanan dan bibir kiri tersungging seimbang.
25. Tatapan
Pangabâssâ andhâmar ka’angènan. Cara dia menatap sesuatu atau saat kita menatapnya layaknya lampu minyak (conglèt, kata orang Madura) yang tak sengaja terkena tiupan angin; kedap-kedip.
26. Saat berjalan
Pajhâlânna nètèr kalènang. Cara dia berjalan seperti sedang meniti biji gamelan.
Lihat bagaimana seorang perempuan Madura ketika berjalan, mengenakan pakaian kebaya! Apalagi jika ia disuruh meniti jembatan bambu, pastinya ia akan berjalan dengan sangat hati-hati, takut jatuh.
