Ia menjelaskan, hasil pemetaan tersebut tidak hanya digunakan sebagai dasar penyaluran bantuan air bersih, tetapi juga menjadi acuan dalam penyusunan program pengurangan risiko bencana di daerah yang secara berulang mengalami kekeringan.

Abd. Kadir juga mengaku BPBD bersama organisasi perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta Kodim, terus mengembangkan program pengeboran sumur sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan sumber air bersih di wilayah rawan.

Pihaknya menyebut sejumlah daerah mulai menunjukkan perkembangan positif setelah program tersebut dijalankan. 

Beberapa desa yang sebelumnya berada pada kategori kering kritis kini mengalami penurunan tingkat kerawanan karena telah memiliki sumber air baru.

Menurut Abd. Kadir, ada beberapa daerah yang awalnya kering kritis, sekarang sudah menjadi kering langka dengan bantuan pengeboran yang dilakukan pemerintah, termasuk bersama Kodim. 

"Upaya ini akan terus kami lakukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap suplai air bersih dari pemerintah," tegasnya. ***