SUMENEP, DIMADURA - LPM Palotan STAINAS Gapura bersama Komunitas Aliansi Media Partner (AMP) menggelar pelatihan Sehari Jurnalistik bertajuk "Jurnalisme Perbankan" di Aula KH Zubairi MZ lantai 2 STAINAS Gapura, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan dua pemateri dari AMP, yakni Pemimpin Redaksi dimadura.id Moh. Sumardono dan Pemimpin Redaksi Koran Madura, Syamsuni.

Keduanya membedah sejarah perkembangan jurnalistik, etika wartawan, jenis-jenis berita, hingga teknik investigasi kasus sebagai materi utama dalam pelatihan tersebut.

Puluhan mahasiswa yang memiliki minat di bidang jurnalistik mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapatkan pembekalan mulai dari pengertian jurnalistik, unsur-unsur berita, teknik wawancara, hingga penyusunan berita berdasarkan prinsip 5W+1H.

Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengetahui penerapannya dalam praktik peliputan di lapangan.

Dalam sesi pengantar, Moh. Sumardono yang akrab disapa Mazdon menceritakan kisah keberanian sejumlah jurnalis nasional dan wartawan perang dalam mengungkap fakta di tengah berbagai risiko yang dihadapi.

Menurutnya, pers memiliki fungsi kontrol terhadap pemerintah, perusahaan, maupun berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Namun demikian, ia mengingatatkan bahwa tidak semua fakta yang menarik otomatis layak dipublikasikan menjadi berita.

"Ada fakta dan kebenaran tertentu yang belum tentu layak dipublikasikan menjadi berita. Misalnya, tidak mungkin kita memberitakan hal-hal yang justru merugikan atau menjatuhkan almamater sendiri tanpa mempertimbangkan nilai manfaat dan dampaknya," ujarnya.

Ia menambahkan, seorang jurnalis harus menjunjung tinggi kejujuran, objektivitas, tanggung jawab, serta mempertimbangkan nilai berita (news value) agar informasi yang disampaikan dapat dipercaya dan tidak menyesatkan pembaca.

Sementara itu, Syamsuni menyampaikan materi mengenai sejarah jurnalistik, sikap dan etika wartawan saat melakukan peliputan, hingga teknik investigasi kasus, khususnya yang berkaitan dengan dunia perbankan.

Ia mengajak peserta untuk tidak hanya melihat sebuah peristiwa dari permukaan, melainkan menelusuri unsur-unsur yang membentuk peristiwa tersebut.

"Kita melihat tembok jangan hanya warnanya, tetapi juga harus melihat apa saja yang menyusun tembok itu. Ada batu bata, semen, dan kerja tukang yang menyusunnya," ungkapnya.

Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan mengajukan berbagai pertanyaan seputar dunia jurnalistik. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul selama sesi diskusi berlangsung.

Suasana kegiatan berjalan aktif dan penuh semangat. Di penghujung acara, panitia memberikan hadiah kepada peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan keaktifannya selama pelatihan.

Pengasuh Pondok Pesantren Nasy'atul Muta'allimin, KH A Dardiri Zubairi, melalui Ketua LPM Palotan Ahmad Alan Romdani, berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa sekaligus memperkuat pemahaman mereka mengenai etika jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir lebih banyak mahasiswa yang memiliki keberanian, kepekaan sosial, dan menjunjung tinggi etika jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat," kata Ahmad Alan Romdani.

Sekadar diketahui, kegiatan ini mendapat dukungan dari PT BPRS Bhakti Sumekar dan Bank Jatim Cabang Sumenep.***