"Sè pentèng towa, Cong! Jhâ kabhuru, ma'le ta' moḍâ'," kata Ibu Ratih dalam Bahasa Madura.

Ungkapan berbahasa Madura itu berarti, “Yang paling penting tembakaunya sudah matang, jangan terburu-buru agar harganya tidak murah.”

Hal senada disampaikan petani asal Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Subaidah. Ia mengatakan harga tembakau tegal untuk daun bawah di daerahnya berkisar antara Rp35.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

"Kemarin sebelah tembakau saya ini laku Rp35.000 hingga Rp45.000, tapi bukan tembakau sawah, melainkan tembakau tegal," ujarnya.

Menurut Subaidah, sebagian besar petani saat ini masih memfokuskan panen pada daun bagian bawah. Adapun daun tengah dan daun atas belum dipetik karena masih menunggu tingkat kematangan yang optimal.

"Sekarang baru panen bagian daun bawah saja. Sisanya menunggu sampai waktu panen mencapai tingkat kematangan yang optimal," tutur dia sembari menyiram tanaman tembakaunya yang masih dalam masa pertumbuhan, Selasa (28/7/2026). ***