SUMENEP, DIMADURA–Musim panen tembakau mulai berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. 

Saat ini, para petani umumnya baru memanen daun bagian bawah, sementara daun tengah dan daun atas masih dibiarkan hingga mencapai tingkat kematangan yang dinilai ideal.

Harga tembakau pada awal musim panen tersebut bervariasi, bergantung pada jenis lahan dan kualitas daun. Untuk tembakau sawah, daun bawah dijual dengan kisaran Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram. 

Sementara tembakau tegal diperdagangkan pada kisaran Rp35.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

Salah seorang petani asal Desa Rajun, Kecamatan Pasongsongan, Ibu Ratih, mengatakan harga tembakau daun bawah masih cukup beragam karena dipengaruhi kualitas hasil panen.

Ia mengaku baru menjual tembakau sawah dengan harga dari Rp 30.000 hingga Rp4 0.000 per kilogram. Namun, harga tersebut dipasarkan lebih cepat karena terburu-buru.

"Saya kemarin jual Rp40.000 dan 30.000 daun bawah, hasil panen di sawah, tapi karena terburu-buru untuk dijual," ujar Ibu Ratih sembari menaburkan kotoran sapi pada tanaman tembakaunya yang masih berusia muda, Selasa (28/7/2026).

Meski demikian, ia menilai petani sebaiknya tidak terburu-buru memanen tembakau apabila ingin memperoleh harga yang lebih baik. 

Menurutnya, daun yang dipanen dalam kondisi benar-benar matang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Yang penting, kata dia, daun yang dirasa sudah agak matang, maka buruan dijual sebelum harganya anjlok.

"Sè pentèng towa, Cong! Jhâ kabhuru, ma'le ta' moḍâ'," kata Ibu Ratih dalam Bahasa Madura.

Ungkapan berbahasa Madura itu berarti, “Yang paling penting tembakaunya sudah matang, jangan terburu-buru agar harganya tidak murah.”

Hal senada disampaikan petani asal Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Subaidah. Ia mengatakan harga tembakau tegal untuk daun bawah di daerahnya berkisar antara Rp35.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

"Kemarin sebelah tembakau saya ini laku Rp35.000 hingga Rp45.000, tapi bukan tembakau sawah, melainkan tembakau tegal," ujarnya.

Menurut Subaidah, sebagian besar petani saat ini masih memfokuskan panen pada daun bagian bawah. Adapun daun tengah dan daun atas belum dipetik karena masih menunggu tingkat kematangan yang optimal.

"Sekarang baru panen bagian daun bawah saja. Sisanya menunggu sampai waktu panen mencapai tingkat kematangan yang optimal," tutur dia sembari menyiram tanaman tembakaunya yang masih dalam masa pertumbuhan, Selasa (28/7/2026). ***