Di sisi lain, aktivitas panen tembakau mulai terlihat di sejumlah sentra produksi di Kabupaten Sumenep. Petani umumnya masih memanen daun bagian bawah, sedangkan daun tengah dan daun atas dibiarkan hingga mencapai tingkat kematangan yang dinilai ideal.

Harga tembakau pada awal musim panen bervariasi sesuai jenis lahan dan kualitas daun. Untuk tembakau sawah, daun bawah diperdagangkan pada kisaran Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Sementara tembakau tegal dijual dengan harga Rp35.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

Salah seorang petani asal Desa Rajun, Kecamatan Pasongsongan, Ibu Thalib, mengatakan harga tembakau daun bawah masih beragam karena dipengaruhi kualitas hasil panen.

Ia mengaku baru menjual tembakau sawah dengan harga antara Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram karena terburu-buru melepas hasil panennya.

"Saya kemarin jual Rp40.000 dan Rp30.000 daun bawah, hasil panen di sawah, tapi karena terburu-buru untuk dijual," katanya kepada media ini, Selasa (28/7).

"Sè pentèng towa, Cong! Jhâ kabhuru, ma'le ta' moḍâ'," kata Ibu Thalib dalam Bahasa Madura.

Ungkapan tersebut berarti, "Yang paling penting tembakaunya sudah matang, jangan terburu-buru agar harganya tidak murah."

Hal senada disampaikan petani asal Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Subaidah. Ia menyebut harga tembakau tegal untuk daun bawah di daerahnya berkisar Rp35.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

"Kemarin sebelah tembakau saya ini laku Rp35.000 hingga Rp45.000, tapi bukan tembakau sawah, melainkan tembakau tegal," ujarnya.

Menurut Subaidah, sebagian besar petani saat ini memang masih memfokuskan panen pada daun bagian bawah. Adapun daun tengah dan daun atas belum dipetik karena masih menunggu tingkat kematangan yang optimal.