SUMENEP, DIMADURA—Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memperluas kiprah di tingkat global dengan memberangkatkan 11 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional di Malaysia

Program yang dimulai pada 31 Juli 2026 itu menjadi langkah strategis kampus dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan di Asia Tenggara.

Keberangkatan mahasiswa tersebut dipimpin langsung oleh Ketua STIT Aqidah Usymuni Sumenep, Dr. Ahmad Effendi, didampingi Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kerja Sama Moh. Zainol Kamal serta Wakil Ketua Bidang Keuangan Nufil Indriyani. Selain mendampingi pelaksanaan KPM, rombongan juga membawa misi membangun kolaborasi akademik dengan sejumlah institusi pendidikan di Malaysia dan Singapura.

Ahmad Effendi mengatakan, KPM Internasional merupakan program perdana yang menjadi tonggak penting dalam pengembangan kampus menuju jejaring pendidikan bertaraf internasional. 

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi media pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman akademik, sosial, dan budaya bagi mahasiswa.

"KPM Internasional ini menjadi langkah awal STIT Aqidah Usymuni dalam membangun jejaring kerja sama di tingkat internasional. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dan menjadi bagian dari penguatan kualitas pendidikan di kampus," ujar Ahmad Effendi, Sabtu (1/8/2026).

Ia optimistis para mahasiswa mampu menjalankan pengabdian dengan baik sekaligus membawa nama baik institusi selama berada di luar negeri. 

Pengalaman yang diperoleh, lanjutnya, diharapkan menjadi bekal dalam meningkatkan kompetensi serta wawasan global mahasiswa.

Di sela pelaksanaan KPM, STIT Aqidah Usymuni juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tiga lembaga pendidikan di Malaysia, yakni Sanggar Bimbingan Mandiri Pantai Dalam di Selangor, Sanggar Bimbingan Mandiri Subang Mewah di Subang, dan Sanggar Bimbingan Mandiri Damansara Indah di Petaling Jaya.

Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kerja Sama, Moh. Zainol Kamal, mengungkapkan pengembangan kemitraan internasional belum berhenti di Malaysia

Pihaknya telah menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan Sanggar Bimbingan Mandiri Permai di Penang untuk membahas peluang kerja sama yang lebih luas.

"Pada Ahad, 2 Agustus 2026, kami akan menindaklanjuti proposal kerja sama dengan Sanggar Bimbingan Mandiri Permai di Penang. Setelah itu, rombongan juga dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Singapura untuk menjajaki kerja sama dengan Institut Pengajian Islam Pergas (IPIP)," kata Zainol.

Salah seorang peserta KPM Internasional, Moh. Nor Ilyasin, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut. 

Menurutnya, kesempatan belajar langsung di Malaysia membuka wawasan baru mengenai sistem pendidikan, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat di negara tetangga.

"Kami mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Selain melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, kami juga dapat mempelajari perbedaan sistem pendidikan Indonesia dan Malaysia serta memahami kehidupan sosial masyarakat dari perspektif yang lebih luas," ujarnya.

Melalui pelaksanaan KPM Internasional dan perluasan kemitraan dengan berbagai institusi luar negeri, STIT Aqidah Usymuni Sumenep berharap mampu menghadirkan kolaborasi yang berkelanjutan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 

Langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperkuat posisi kampus dalam jejaring pendidikan internasional. ***