Pihaknya telah menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan Sanggar Bimbingan Mandiri Permai di Penang untuk membahas peluang kerja sama yang lebih luas.

"Pada Ahad, 2 Agustus 2026, kami akan menindaklanjuti proposal kerja sama dengan Sanggar Bimbingan Mandiri Permai di Penang. Setelah itu, rombongan juga dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Singapura untuk menjajaki kerja sama dengan Institut Pengajian Islam Pergas (IPIP)," kata Zainol.

Salah seorang peserta KPM Internasional, Moh. Nor Ilyasin, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut. 

Menurutnya, kesempatan belajar langsung di Malaysia membuka wawasan baru mengenai sistem pendidikan, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat di negara tetangga.

"Kami mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Selain melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, kami juga dapat mempelajari perbedaan sistem pendidikan Indonesia dan Malaysia serta memahami kehidupan sosial masyarakat dari perspektif yang lebih luas," ujarnya.

Melalui pelaksanaan KPM Internasional dan perluasan kemitraan dengan berbagai institusi luar negeri, STIT Aqidah Usymuni Sumenep berharap mampu menghadirkan kolaborasi yang berkelanjutan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 

Langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperkuat posisi kampus dalam jejaring pendidikan internasional. ***