Lebih jauh, Siswadi menjelaskan, forum itu membahas sejumlah persoalan lingkungan yang berkembang di Sumenep. 

Pembahasan mencakup aktivitas pertambangan galian C hingga inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Melalui forum ini, kami ingin membahas persoalan lingkungan secara menyeluruh, mulai dari galian C sampai inovasi pengolahan sampah berbasis penghasil. Harapannya, semua pihak memiliki pemahaman yang sama dan dapat bersama-sama mencari solusi terhadap persoalan lingkungan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, DRT Green juga menyerahkan bantuan tempat sampah kepada PCNU Sumenep secara simbolis. 

Bantuan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kepedulian dan pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.

Selain penyerahan bantuan, rangkaian kegiatan diisi dengan deklarasi Gerakan Masyarakat Sumenep Peduli Lingkungan

Deklarasi ini diikuti perwakilan berbagai unsur yang hadir dalam Halaqah Lingkungan.

Siswadi menyebutkan, kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menangani persoalan lingkungan.

“Semangat yang dibangun dalam Halaqah ini adalah kepedulian dan kolaborasi. Dengan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan persoalan lingkungan di Sumenep dapat dibahas dan ditangani secara bersama-sama,” ujarnya.

Dalam deklarasi tersebut, peserta menyepakati delapan poin komitmen Gerakan Masyarakat Sumenep Peduli Lingkungan.