SUMENEP, DIMADURA – PMI Kabupaten Sumenep menggelar acara Gebyar Donor Darah dalam momentum HUT ke-81 PMI, Jumat (25/9/2026). Kegiatan di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Sumenep, Jalan Dr. Cipto Nomor 21, Kolor, itu terbuka untuk masyarakat umum.

Ketua PMI Kabupaten Sumenep Edy Rasiyadi mengatakan, peringatan HUT ke-81 PMI menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan dan kesehatan kepada masyarakat.

“Pada momentum HUT PMI ke 81 ini, kita akan terus meningkatkan komitmen kami di PMI dalam rangka memberikan pelayanan kemanusiaan dan kesehatan yang sungguh-sungguh dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Edy, seperti dilansir Busacare, Rabu (23/9), dikutip Jumat (25/9).

Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep itu berharap PMI terus konsisten memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurut dia, keberadaan PMI harus tetap berorientasi pada pelayanan kemanusiaan dan kesehatan.

“Besar harapan saya ke depan, di umur PMI yang hampir mencapai satu abad lamanya, semoga PMI tetap konsisten menebarkan kemanfaatan dan senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan terbaik di bidang kemanusiaan dan kesehatan bagi masyarakat Sumenep pada umumnya,” kata Edy.

Gebyar Donor Darah tersebut mengusung tema “Peduli, Bergerak, Bersama”. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Salah seorang pendonor, Adi Yono, datang dengan pengalaman panjang sebagai pendonor sukarela. Donor darah pada momentum HUT PMI ke-81 tersebut menjadi kali ke-54 baginya.

Bagi Adi, donor darah mempunyai makna kemanusiaan sekaligus menjadi bentuk sedekah bagi orang yang membutuhkan.

“Tidak punya harta untuk di shodaqohkan tapi ada cara lain untuk menyelematkan jiwa sesama, menurut saya, insyaallah sama dengan bershodaqoh,” kata Adi kepada DIMADURA, Jumat (25/9).

Adi bersyukur masih diberi kesempatan untuk rutin mendonorkan darah. Ia menjadwalkan donor setiap tiga bulan sekali dan memiliki golongan darah B.

“Alhamdulillah dengan izin Allah SWT bisa mendonor darah 54X,” ujarnya.

Menurut Adi, donor darah memberikan manfaat bagi pendonor sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi darah. Karena itu, ia berharap semakin banyak warga Sumenep bersedia menjadi pendonor sukarela.

“Donor darah itu menyehatkan diri sendiri dan bisa membantu sesama yang membutuhkan,” katanya.

Adi juga menilai PMI Sumenep mengalami perkembangan sejak dipimpin Edy Rasiyadi. Ia mengatakan ketersediaan stok darah juga berkaitan dengan kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor.

“PMI Sumenep semenjak di komandani bpk Edy banyak perkembangan, mengenai kekurangan stok darah bukan kesalahan PMI Sumenep, tapi kesadaran masyarakat Sumenep kurang enggan mau berdonor darah,” tuturnya.

Ia berharap donor darah semakin menjadi kebiasaan masyarakat dan tidak bergantung pada momentum tertentu.

“Doror itu menyehatkan diri sendiri dan bisa membantu sesama,” akunya.***