Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Elliya Fardasah, sebelumnya mengatakan pihaknya masih perlu memastikan informasi dengan jajaran internal.
“Sebentar, saya belum bisa berkomentar soal itu ya, mohon maaf. Saya harus memastikan dulu sama teman-teman,” katanya, Selasa (20/10/2026).
Sekretaris Dinkes P2KB Sumenep, Moh. Nur Insan, kemudian menyampaikan adanya rencana pembentukan tim investigasi yang melibatkan sejumlah unsur dinas.
“Menurut informasinya Bu Kadis, beliau membuat tim untuk investigasi dari Dinkes termasuk Kabid termasuk tim yang lain untuk dilibatkan,” kata Nur Insan, Kamis (22/10/2026).
Meski demikian, ia belum memastikan apakah tim tersebut telah resmi dibentuk. Kunjungan ke BHC direncanakan berlangsung pada pekan berikutnya.
Bupati Janji Turun Tangan
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo juga menyatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut. Seusai apel Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026), ia menyebut pemerintah daerah akan mempertimbangkan bantuan bagi keluarga korban.
“Ya nanti kita akan chek, kalau memang almarhum ini belum mendapatkan bantuan, kita akan bantu,” kata Fauzi.
Ia juga memastikan Dinkes P2KB akan bergerak memeriksa persoalan di BHC.
“Hari ini Dinkes P2KB Sumenep dipastikan akan bergerak,” ujarnya.
Namun, hingga saat ini, Senin (26/10/2026), belum ada keterangan terbaru yang memastikan hasil pemeriksaan, pembentukan tim investigasi, maupun tindak lanjut kunjungan bupati kepada keluarga korban.

