‎SUMENEP, DIMADURA–Kepergian seorang santri Moh. Firman Ramadhani alias Dani meninggalkan duka yang belum menemukan ujung. 

‎Ia merupakan santri pondok pesantren tertua di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. 

‎Kisahnya sungguh tragis, hampir sebulan setelah pemuda itu meninggal dunia di Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur, keluarganya masih menanti penjelasan mengenai penyebab kematian anak semata wayang itu.

‎Waktu terus berjalan sejak Dani mengembuskan napas terakhir pada Selasa, 13 Oktober 2026. Bagi pihak keluarga, kepergian Dani bukan sekadar kehilangan seorang yang telah banyak menanam cerita.

‎Ada pertanyaan yang hingga kini belum terjawab, terutama mengenai apa yang sebenarnya terjadi kepada Dani saat menjalani perawatan di rumah sakit itu.

‎Harapan keluarga untuk memperoleh kejelasan sempat muncul setelah manajemen RS BHC menyatakan akan melakukan investigasi internal.

‎Pernyataan itu disampaikan Manager Humas dan Marketing RS BHC Sumenep, Sandra Rahestri, ketika dikonfirmasi awak media, Rabu tanggal 14 Oktober 2026.

‎Sandra mengatakan, manajemen belum dapat memberikan keterangan lebih jauh karena proses penelusuran internal masih berlangsung.

‎“Terkait berita yang sedang beredar, kami dari manajemen belum bisa menyampaikan penjelasan terkait hal ini. Agenda kami pagi ini masih dilakukan investigasi secara internal,” kata Sandra. 14 Oktober 2026.

‎Pernyataan tersebut sempat menjadi harapan bagi keluarga untuk mengetahui penyebab kematian Dani. Namun, hingga masuk akhir bulan belum ada penjelasan lanjutan yang disampaikan kepada publik mengenai hasil investigasi tersebut.