Keluarga juga masih menantikan keterbukaan pihak rumah sakit, termasuk informasi yang berkaitan dengan rekam medis atau medical record pasien.
Belum adanya penjelasan yang memadai terkait peristiwa meninggalnya Dani di RS BHC secara singkat usai disuntik tentu membuat publik terus bertanya-tanya.
Di tengah ketidakpastian itu, kesedihan keluarga kembali mengemuka melalui media sosial.
Melalui akun TikTok yang kini menggunakan nama Kepo?, salah seorang anggota keluarga mengunggah ungkapan emosional tentang kehilangan sang adik.
Unggahan pada Minggu, 25 Oktober 2026, memperlihatkan betapa berat keluarga menerima kenyataan bahwa Dani telah tiada. Duka itu bahkan terasa kembali ketika mereka melihat orang tua yang ditinggalkan.
“Ya Allah, sesek sekali tanpa sadar air mata jatuh sendiri ketika melihat orang tuanya adekku. Alfatihah, kamu orang baik,” tulis pemilik akun tersebut, yang diketahui merupakan akun milik kakak sepupu almarhum Dani.
Ungkapan itu menggambarkan luka yang belum pulih. Bagi keluarga, waktu mungkin terus bergerak, tetapi kehilangan Dani masih menyisakan kesedihan sekaligus pertanyaan yang belum memperoleh jawaban.
Sebelumnya, pada 17 Oktober 2026, keluarga juga sempat menyampaikan harapan agar manajemen rumah sakit segera menuntaskan investigasi internal.
“Iya, aamiin, Kak. Kami menunggu hasil rapat internalnya atas kematian adekku,” tulis keluarga dalam kolom tanggapan di media sosial kepad media dimadura.id. (17/10/26).
Harapan tersebut menunjukkan bahwa keluarga masih menunggu penjelasan resmi, bukan sekadar pernyataan bahwa investigasi sedang berlangsung.

