SUMENEP, DIMADURA–Kasus kematian Moh. Firman Ramadhani alias Dani di Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum menemukan titik terang.

Di tengah penantian keluarga atas penjelasan medis, Ketua DPRD Sumenep H. Zainal Arifin justru menyebut nama Said Abdullah ketika ditanya awak media mengenai polemik rumah sakit tersebut.

Pernyataan politikus PDI Perjuangan itu muncul saat awak media meminta tanggapannya mengenai perkembangan kasus kematian pasien BPJS berusia 22 tahun itu, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Alih-alih menjelaskan sikap kelembagaan DPRD, Zainal mempertanyakan alasan media kembali mengangkat persoalan RS BHC sumenap.

Menurut dia, keluarga almarhum telah memaafkan pihak rumah sakit setelah kedua belah pihak menggelar pertemuan.

Informasi mengenai pertemuan itu, kata Zainal, diperolehnya dari Komisi IV DPRD Sumenep.

“Memangnya kenapa dengan RS BHC Sumenep dengan kematian itu? Keluarga besar yang meninggal kan memaafkan dan sudah ada pertemuan antara pihak BHC dengan pihak keluarga,” kata Zainal, saat diwawancara setelah rapat paripurna DPRD Sumenep, dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep. Sabtu (31/10/2026).

Namun, ketika ditanya apakah pertemuan itu menghasilkan kesepakatan perdamaian secara tertulis atau hanya berupa pembicaraan lisan, Zainal tidak memberikan kepastian.

Ia justru meminta awak media mengonfirmasi langsung kepada manajemen rumah sakit.

“Itu bisa ditanya ke RS BHC, bukan kepada saya,” ucapnya.