Pertemuan yang berlangsung, kata dia, tidak bisa serta-merta dimaknai sebagai kesepakatan untuk mengakhiri persoalan.

“Sampai saat ini RS BHC tidak mengeluarkan statement apa pun dan menjelaskan secara medis tragedi ini terjadi,” ujarnya.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa ketika perwakilan rumah sakit datang bertakziah ke kediaman mereka, pihak RS BHC sempat menyampaikan rencana untuk menjelaskan hasil investigasi internal secara langsung. Namun, hingga Sabtu, 31 Oktober 2026, keluarga mengaku belum menerima penjelasan tersebut.

“Kami sampai saat ini masih menunggu hasil investigasi dan penjelasan hasilnya secara medis dari RS BHC Sumenep,” imbuhnya.

Sebelumnya, Manager Humas dan Marketing RS BHC Sumenep, Sandra Rahestri, menyatakan manajemen sedang melakukan investigasi internal atas kematian Dani.

Pernyataan itu disampaikan pada Rabu, 14 Oktober 2026. Namun, perkembangan maupun hasil investigasi tersebut belum disampaikan secara terbuka kepada keluarga.

Upaya konfirmasi kembali terus dilakukan awak media kepada Sandra pada Sabtu sore melalui sambungan telepon WhatsApp.

Panggilan tersebut belum mendapat jawaban meskipun sambungan telepon berdering.

Hingga berita ini ditulis, redaksi belum memperoleh tanggapan terbaru dari manajemen RS BHC mengenai hasil investigasi internal, penjelasan medis atas kematian Dani, maupun informasi mengenai pertemuan yang disebut-sebut sebagai upaya perdamaian. ***