NEWS SUMENEP — Soal dugaan dua kasus kredit macet makro dan mikro di KCP BNI Sumenep belum menemukan titik terang. Pasalnya, saat dikonfirmasi, Pimpinan Cabang (Pinca) BNI Madura, Eri Prihartono, mengutarakan, dirinya hanya bisa menemui wartawan sebatas untuk diskusi, bukan untuk memberikan pernyataan.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat KCP BNI Sumenep, Kamis (25/7/2024) siang, Eri mengajak diskusi 5 orang pewarta terkait pemberitaan yang terbit sejak satu minggu terakhir.
Eri menolak memberikan statement apapun terkait kasus yang menyeret nama perusahaan yang dipimpinnya itu karena menurutnya, dirinya tidak memiliki wewenang untuk memberikan klarifikasi mengenai insiden yang terjadi.
"Saya tidak punya kapasitas dan dilarang memberikan statement apapun. Pertemuan ini adalah pertemuan biasa. Kami tetap menjunjung tinggi integritas," ujarnya.
BACA JUGA:
"Semua kewenangan dalam memberikan statement dipegang oleh pusat," tegasnya menambahkan.
Eri seolah mengintervensi wartawan agar tidak menerbitkan berita apapun terkait dari hasil pertemuan itu. Ia meminta wartawan untuk menunggu holding statement dari BNI pusat, walaupun pihaknya belum bisa memastikan kapan holding statement tersebut akan turun dan diteruskan ke media.
Sekedar informasi, holding statement atau pernyataan awal, adalah pernyataan resmi yang sudah disiapkan sebelumnya oleh organisasi tertentu untuk mengontrol pesan kepada publik segera setelah kejadian.
Pernyataan tersebut dapat disesuaikan dengan situasi dan dikeluarkan dalam waktu yang sangat singkat, meskipun banyak fakta yang masih belum jelas.
Di sisi lain, hingga saat ini publik masih terus bertanya-tanya tentang kejelasan kasus kredit macet makro dan mikro yang bergulir beberapa tahun silam di KCP BNI 46 Sumenep.
Seperti yang disampaikan Si Coy (nama samaran korban) soal kasus dugaan manipulasi kredit makro yang menimpa dirinya.



