Senandung Daun Bambu

Angin malam menyapu dedaunan bambu, mengalun pelan di tepi danau. Bulan pucat, bersemu lembut di atas permukaan air, seperti bayang wajah yang jauh dari genggaman.

Dalam sunyi, suara seruling menggema, melintasi jarak dan waktu, mengingatkan pada janji lama, yang tersisa dalam angin yang berembus.

Kupu-kupu malam hinggap di bunga, di antara harum melati yang luruh— seperti cinta yang berbisik pelan, tak terlihat, namun setia menunggu.

---

Jalan Setapak

Di jalan setapak menuju bukit, daun pinus gugur membalut tanah, seperti jejak-jejak yang terlupa di antara batu dan akar tua.

Langkah kaki perlahan mendaki, melewati angin yang membawa cerita: tentang pertemuan yang singkat, dan perpisahan yang abadi.

Di atas sana, burung-burung kecil terbang membelah kabut, meninggalkan hening— seperti harapanku padamu, menghilang, namun tak sepenuhnya pergi.

---