Keunggulan lain terletak pada identitas sosial budaya yang relatif homogen. Bahasa Madura menjadi perekat utama kehidupan masyarakat di empat kabupaten. Jejak sejarah, tradisi, sistem kekerabatan, hingga kebudayaan berkembang dalam ruang sosial yang saling terhubung.

Potensi tersebut memberikan fondasi yang kuat apabila suatu saat pembentukan provinsi kembali memperoleh ruang kebijakan dari pemerintah pusat.

Fondasi Baru

Dalam perspektif pembangunan wilayah, usulan Kabupaten Sumenep Kepulauan dapat dipahami sebagai tahap konsolidasi kelembagaan.

Pemerintah daerah memperkuat identitas administratif terlebih dahulu. Pengakuan terhadap karakter kepulauan diharapkan melahirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat pulau. Kesenjangan pelayanan publik dapat dipersempit. Infrastruktur konektivitas memperoleh prioritas yang lebih jelas. Perencanaan pembangunan memiliki dasar yang lebih kuat.

Hasil dari proses tersebut akan menjadi modal penting bagi Sumenep maupun Madura apabila wacana pembentukan provinsi kembali dibuka pada masa mendatang.

Provinsi lahir dari daerah-daerah yang telah matang mengelola dirinya. Karena itu, penguatan kapasitas kabupaten menjadi tahapan yang sulit dilewati.

Masa Depan

Usulan Kabupaten Sumenep Kepulauan menghadirkan cara pandang baru terhadap pembangunan Madura. Aspirasi besar tidak selalu dimulai dari perubahan struktur pemerintahan yang paling tinggi.

Penguatan identitas wilayah, penyusunan kajian akademik, pembenahan tata kelola, dan peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan pekerjaan yang dapat dilakukan sejak sekarang.