dimadura
Beranda Tomang Sumenep Hadiri Panen Perdana Kampung Cabai di Bumi Sumekar Asri, Wabup Sumenep Siap Support

Hadiri Panen Perdana Kampung Cabai di Bumi Sumekar Asri, Wabup Sumenep Siap Support

Foto: Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, melakukan pemotongan pita secara simbolis pada panen perdana Kampung Cabai di Perumahan Bumi Sumekar Asri, RT 02 RW 07, Sumenep. (Ari/Doc. Dimadura).

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS DIMADURA, SUMENEP–Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, menghadiri panen perdana Kampung Cabai yang digagas warga Perumahan Bumi Sumekar Asri, RT 02 RW 07, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Jumat (26/09/25) malam.

‎Acara panen perdana ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Wakil Bupati bersama sejumlah warga.

‎Suasana berlangsung meriah, dihadiri masyarakat sekitar yang turut mendukung program kampung cabai tersebut.

‎Imam Hasyim mengapresiasi kreativitas warga yang berhasil mewujudkan Kampung Cabai di lingkungan perumahan.

‎Menurutnya, inisiatif itu tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga mampu mempererat kebersamaan warga.

‎“Pemerintah Kabupaten Sumenep siap memberikan dukungan terhadap kegiatan positif seperti ini. Nanti kami akan koordinasi dengan DKPP, BPMD, dan DKUPP untuk melakukan sinergi serta kolaborasi,” ujar Imam.

‎Ia berharap program tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kampung lain di Sumenep dalam mengembangkan potensi lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

‎Sementara itu, Ketua RT H. Imam Efendi,  menyempaikan, program kampung cabai ini dimulai pada 29 Juni 2025 berangkat dari gagasan sederhana.

‎Ia menceritakan, awalnya mulanya hanya berupa obrolan ringan, tetapi berkat semangat warga, ide tersebut diwujudkan menjadi sebuah gerakan bersama.

‎”Tanaman cabai ini ditanam dalam botol bekas berukuran 3 liter dengan bambu sebagai penyangga,”kata Imam.

‎Seluruh pembiayaan dilakukan secara swadaya masyarakat, tanpa mengambil dana dari kas RT.

‎“Kami melibatkan semua pihak—anak-anak, pelajar, mahasiswa, ibu-ibu, hingga bapak-bapak. Jadi bukan hanya menanam, tetapi juga belajar, bekerja sama, dan menjaga lingkungan,” ujar dia.

‎Imam menjelaskan, keunikan Kampoeng Cabe terletak pada media tanamnya. Jika biasanya cabai ditanam di sawah atau lahan luas, di sini tanaman tumbuh subur dalam botol plastik bekas.

‎Menurut dia, inovasi ini bahkan mendapat pengakuan balai desa sebagai program pertama di Sumenep.

‎Jenis cabai yang ditanam adalah cabai rawit lokal dengan tingkat kepedasan tinggi, menggunakan pupuk organik buatan warga dengan cara demikian dinilai lebih ramah lingkungan dan sehat.

‎Imam berharap, Kampoeng Cabe dapat menjadi inspirasi bagi warga lain.

‎ “Mudah-mudahan penanaman cabai seperti ini bisa ditiru, sehingga ruang sempit pun bisa menjadi lahan produktif,” pungkasnya.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan