Karutan Sumenep Ungkap Cara Menafkahi Keluarga dari dalam Penjara
WAWANCARA – Ada yang menarik saat wartawan dimadura bertamu dan bincang santai bersama Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, M Ridwan, beberapa waktu lalu.
“
Menafkahi keluarga dari dalam penjara.
“
Demikian kira-kira potret utuh untuk menggambarkan inti oretan hasil wawancara dengan Karutan Sumenep, M Ridwan ini.
Mendapatkan program membatik dari kepemimpinan Karutan sebelum dirinya, ia merasa terpacu untuk mengembangkan program kreatif ini bagi para tahanan.
“Sebenarnya ini sudah ada sejak sebelum-sebelumnya, cuma saya tertarik untuk mengembangkannya lagi dan terus mengembangkan lagi,” katanya.
Sasaran produksi batik karya narapidana Rutan Kelas IIB Sumenep ini lebih ia arahkan pada model batik yang disukai anak muda. “Dengan tampilan-tampilan yang lebih elegan dan cocok lah untuk anak-anak muda,” tuturnya.
Batik Catra Rutan Sumenep
Sejumlah upaya ia usahakan untuk mengangkat branding batik hasil produksi para napi Rutan Kelas II B Sumenep. Salah-satunya dengan menggandeng putra-putri Indonesia saat tampil pada ajang bergengsi tingkat regional maupun di tingkat nasional.
Fokus pemasaran, kata M Ridwan, adalah dengan cara memanfaatkan ruang promosi di media sosial. “Kalau ingin tahu, boleh silakan buka facebook atau instagram ya, di situ ada namanya Catra Batik Sumenep. Di situ ada produk desain-desain kita,” ungkapnya.
Semua alat membatik disediakan oleh Rutan. Untuk proses satu karya yang bagus biasanya butuh waktu tiga sampai empat hari.
Hasil dari penjualan batik sepenuhnya diberikan untuk napi yang mengerjakan. “Hanya saja mungkin disisihkan sejumlah nominal untuk kepentingan pembelian bahan ya, untuk produksi selanjutnya,” jelas M Ridwan.
“Jadi walaupun berada dalam masa tahanan, mereka masih sempat ngirim nafkah untuk keluarga mereka yang ada di rumah. Ya, hasil dari kerja mereka membatik itu,” ujarnya.
Batik khas karya para napi di Rutan Sumenep ini juga dipasarkan untuk seluruh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumhan yang ada di Jawa Timur.
“Untuk seragam ya, mas. Itu pesanan per kanwil biasanya sampek minimal 150 pcs. Jadi lumayan lah hasilnya,” katanya.
“Lain lagi jika ada pesanan odong-odong hias, mereka juga masih dapet duit dari kerja itu,” pungkasnya menambahkan.
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow











