Ketua KPU Sumenep Rela Bohongi Publik Demi Pengurus Parpol Aktif Jadi PPS
NEWS SUMENEP – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rahbini rela menyebarkan kebohongan ke khalayak publik demi melakukan pembelaan terhadap salah seorang pengurus Partai Politik (Parpol) atasnama Buzairi, warga Desa Jelbudan, Kecamatan Dasuk yang lolos seleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS).
Buzairi tercatat sebagai Bendahara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Dasuk dengan nomor SK Pengurus: DASUK 7483/DPW-25/01/VI/2022, tertanggal 06 Juni 2022.
Lolosnya Buzairi menjadi calon anggota PPS ini juga sesuai dengan bunyi Surat Keputusan pada Lampiran Pengumuman KPU Sumenep Nomor 163/PP. 04.2-Pu/3529/2024 tentang hasil penetapan seleksi calon anggota panitia pemungutan suara untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota terpilih untuk Pemilukada Sumenep 2024.
BACA JUGA: Pelatih Mega Remmeng Sesalkan Keputusan Dewan Juri Lomba Musik Daul CV Jawara Internasional
Kebohongan Ketua KPU Sumenep terkuak setelah sejumlah jurnalis media mengkonfirmasi calon PAW nomor urut 4 atas nama Hasan, yang seharusnya menggantikan posisi Buzairi sebagai PPS.

Padahal sebelumnya, usai pelantikan PPS di Gedung Graha Adi Poday, Ketua KPU Sumenep dengan tegas mengaku bahwa Buzairi telah mengundurkan diri.
“Per semalam sudah di klarifikasi, jadi yang bersangkutan sudah mengundurkan diri,” kata Rahbini kepada media ini, Minggu, 26 Mei 2024 usia acara pelantikan PPS di Gedung Graha Adi Poday.
Rahbini mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah mengundurkan diri dari PPS (Sabtu Malam) dan diganti oleh nomer urut 4.
BACA JUGA: Viral KPU Sumenep Loloskan Pengurus Parpol PKB Aktif Jadi PPS Pemilukada 2024
“Yang dilantik hari ini langsung nomer 4 nya sebagai ganti yang bersangkutan,” kata Rahbini.
Diketahui, pendaftar PPS di Desa Jelbudan ada 4 orang, antara lain Buzairi, Hosen, Sri Asia Yuniwati dan Hasan.
Dikonfirmasi, ternyata pernyataan Rahbini tidak sama dengan pengakuan Hasan. Hasan dengan tegas mengaku tidak pernah menerima informasi apapun dari KPU Sumenep terkait status dirinya menggantikan posisi Buzairi seperti pernyataan Komisioner Rahbini.
“Sejauh ini saya belum pernah menerima informasi apapun dari KPU dan saya tidak tahu apa-apa terkait pelantikan itu,” kata Hasan, saat dihubungi Minggu, 26 Mei 2024.
“Saya tidak dilantik. Dari tadi pagi saya ada di rumah. Tidak ke mana-mana,” tambah Hasan tegas.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





