Musim Kemarau 2025 di Sampang Mundur, BPBD Ungkap Penyebab Utamanya
NEWS DIMADURA, SAMPANG – Musim kemarau 2025 di Kabupaten Sampang, Madura, dipastikan mengalami keterlambatan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Candra Ramadani Amin, setelah mengacu pada data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurut Candra, mundurnya musim kemarau tahun ini disebabkan oleh beberapa faktor atmosfer yang saling berkaitan. Salah satunya adalah aliran udara yang mengalami perubahan pola, adanya gangguan gelombang atmosfer, serta pengaruh fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang terjadi di wilayah barat. Semua faktor ini berkontribusi meningkatkan kelembaban udara yang seharusnya sudah mulai menurun.
“Kelembaban udara yang masih tinggi menjadi salah satu penyebab utama mengapa musim kemarau kali ini belum tiba seperti biasanya,” jelas Candra pada Rabu (11/6/2025).
Meskipun belum bisa memastikan secara pasti kapan kemarau akan benar-benar dimulai, Candra mengungkapkan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, cuaca diperkirakan mulai stabil dan mengarah ke musim kemarau pada akhir Juni 2025.
“Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, musim kemarau 2025 ini memang lebih mundur,” tambahnya.
Fenomena keterlambatan musim kemarau ini tentu menimbulkan dampak bagi kehidupan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan usaha berbasis cuaca. Para petani tembakau terpaksa menunda masa tanam, sementara para petani garam belum bisa memulai produksi akibat kondisi cuaca yang masih belum mendukung.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





