Potensi Eskalasi
Kekhawatiran serupa juga datang dari internal FORMAS sendiri. Salah seorang fungsionaris FORMAS, Ferry Sibarani, meminta agar pernyataan-pernyataan yang berpotensi memanaskan situasi segera dievaluasi demi menjaga stabilitas politik nasional.
Ia mengingatkan agar dinamika yang berkembang saat ini tidak berkembang menjadi eskalasi sosial yang lebih besar.
"Ingat, banyak warning untuk bulan Agustus. Kita berharap Pak Hashim tidak menjadi pemicu yang membangkitkan kenangan reformasi 1998," tegas Ferry.
Menurutnya, pemerintah membutuhkan komunikasi publik yang lebih menenangkan dan membuka ruang dialog dibandingkan pendekatan yang terkesan konfrontatif terhadap kelompok pengkritik.
Sikap dan Arah FORMAS
Nada kritik lebih tegas disampaikan salah satu tokoh Koalisi FORMAS, KH Maksum Hidayatullah.
Ia menilai pernyataan Hashim seharusnya tidak disampaikan dalam suasana sosial dan ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai persoalan mendasar.
"Saya yakin Pak Hashim ini keceplosan. Tetapi mungkin begitulah karakternya. Merasa paling benar sendiri, paling berkuasa sendiri untuk mengurus negeri ini," ucapnya, dalam keterangan yang diterima media ini di WhatsApp SMSI Jatim, Kamis (2/7).
Menurut KH Maksum, FORMAS yang sebelumnya diharapkan menjadi ruang konsolidasi masyarakat sipil dan mitra strategis pemerintah justru berisiko kehilangan arah apabila tidak lagi memberikan ruang bagi kritik dan masukan dari berbagai elemen masyarakat.

