Ia menilai organisasi masyarakat pendukung pemerintah seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai penguat kebijakan, tetapi juga menjadi jembatan antara pemerintah dan aspirasi publik.

FORMAS Terbelah

Di tengah menguatnya perdebatan mengenai MBG, dinamika juga disebut mulai merembet ke internal FORMAS. Perbedaan pandangan terkait cara mengawal program pemerintah tersebut disebut semakin terlihat di antara para pengurus dan fungsionaris organisasi.

Sebagian pihak masih mendorong dukungan penuh terhadap MBG sebagai bagian dari agenda strategis pemerintah yang harus dijaga dan dikawal bersama.

Namun di sisi lain, muncul kelompok yang mulai meminta adanya evaluasi dan pembenahan agar pelaksanaan program lebih responsif terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Perbedaan cara pandang tersebut dinilai tidak hanya menyangkut substansi program, tetapi juga menyentuh persoalan yang lebih mendasar, yakni bagaimana organisasi pendukung pemerintah menempatkan diri di tengah kritik publik yang terus berkembang.

Mantan pengurus FORMAS yang kini menjabat Wakil Direktur CAJ PWI Pusat, Yono Hartono, mengaku telah lebih dahulu meninggalkan organisasi tersebut karena perbedaan pandangan terhadap kepemimpinan Hashim Djojohadikusumo.

Menurut Yono, organisasi masyarakat yang berdiri untuk mendukung program pemerintah semestinya tetap menjaga ruang kritik serta tidak kehilangan kedekatan dengan aspirasi masyarakat kecil yang menjadi sasaran utama kebijakan negara.

Ia menilai dukungan terhadap pemerintah tidak seharusnya menutup ruang koreksi, terlebih ketika kebijakan yang dijalankan mulai memunculkan perdebatan di tengah masyarakat.

"Saya orang pertama yang keluar dari pengurus FORMAS karena saya tidak percaya dengan sosok Hashim. Hashim itu tidak akan ada empatinya, dia terlahir sudah kaya, dia tidak mengerti cara berpikirnya orang kecil," aku Yono Hartono.***