Potensi BRILink di Kepulauan Sumenep: Kebutuhan Tinggi, Pasar Terbuka, dan Agen yang Menguatkan Ekonomi Pulau
Potensi BRILink di Kepulauan Sumenep dinilai cukup potensial. Jauhnya akses keuangan, minimnya layanan perbankan, tingginya arus remitansi, dan kebutuhan transaksi warga pulau menghadirkan ruang bisnis yang tidak dimiliki wilayah daratan. Inilah potret BRILink sebagai penggerak ekonomi kepulauan.
NEWS SUMENEP, DIMADURA — Jasa BRILink di kepulauan Sumenep memiliki prospek yang terus menguat. Hal itu disampaikan Supervisor BRI Sumenep, Ihwan, Minggu (30/11). Menurutnya, karakter kepulauan menghadirkan permintaan layanan keuangan yang stabil.
Ia mengingat masa tugasnya di Sapudi sekitar 2015, ketika BRILink di kepulauan mencapai puncak kemakmurannya. Sapudi (Poday), Kangean, dan Ra’as mencatat volume transaksi tinggi, bersaing dengan agen-agen besar di daratan Sumenep.
Beberapa agen kuat di wilayah daratan yang konsisten hingga kini berada di posisi atas di antaranya ada Roni BRILink dan Basori BRILink, disusul pendatang baru, Anas Transfer.
Ihwan menjelaskan bahwa tingginya arus perantau menjadikan remitansi sebagai transaksi harian warga. Kiriman uang dengan nominal Rp1–2 juta sudah menjadi kebiasaan umum.
Minimnya fasilitas bank juga membuat warga kerap memberikan biaya tambahan Rp50–100 ribu sebagai bentuk terima kasih.
Menurut Ihwan, situasi tersebut mirip kebutuhan dasar seperti potensi orang jualan bensin eceran, bahwa ketika pasokan terbatas, layanan keuangan menurutnya tentu bakal menjadi fasilitas yang sangat vital.
“Di situlah peran dan potensi BRILink kepulauan yang, saat ini, saya kira bisa coba dikembangkan sebagai ujung tombak kegiatan keuangan masyarakat pulau,” katanya.
Kisah Indra Sidarta: BRILink sebagai Urat Nadi Keuangan Sapeken

Potret lapangan ini tampak jelas pada pengalaman Indra Sidarta (38), warga Desa Sapeken yang menjadi Agen BRILink sejak 2019.
Sebagaimana dilansir MaduraPost, 14/10/2025, Indra mengutarakan, ia pertama kali terhubung dengan BRI saat menjadi panitia Pemilu 2019.
Ia mengingat betapa sulitnya mencari layanan bank pada masa itu. “Waktu itu, di Sapeken belum ada kantor BRI. Kalau pun ada, letaknya di Pulau Kangean, Arjasa. Untuk ke sana, kami harus menempuh perjalanan sekitar enam jam,” akunya.
Dari komunikasi itulah ia diarahkan menjadi agen BRILink. Kini, ia menjadi tumpuan transaksi warga dari rumah yang juga berfungsi sebagai toko sembako dan konter handphone.
Dengan adanya BRILink yang ia buka, kata dia, masyarakat pun bisa tarik dan setor tunai tanpa harus menyeberang ke pulau lain.
Ia bersyukur jaringan internet di Sapeken kala itu cukup stabil. “Jadi waktu itu, proses mendapatkan mesin EDC BRILink pada 2019 hanya memakan waktu sekitar satu bulan,” tukasnya.
Di akhir wawancara, Indra menyampaikan harapan agar cakupan layanan BRI di pulau-pulau ke depan bisa semakin luas dan tidak hanya terpusat di Arjasa. “Kalau Arjasa bisa, Sapeken juga harus bisa,” katanya.
Kata Pinca Diky Agietama

Pemimpin Cabang (Pinca) BRI Sumenep, Diky Agietama, saat ditemui usai kegiatan Sosialisasi Program Briguna Purna di Sumenep, Minggu (30/11/2025), menyampaikan pandangannya mengenai penguatan jaringan BRILink, khususnya di wilayah kepulauan.
Ia menegaskan bahwa keberadaan BRILink merupakan bagian dari strategi BRI untuk memperluas akses layanan keuangan hingga ke wilayah terpencil.
Pria yang akrab dipanggil Pinca Diky itu, menyebut potensi kepulauan masih sangat besar jika digarap secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan karakter geografis pulau.
Menurutnya, keberhasilan agen-agen BRILink di kepulauan seperti Sapudi, Ra’as, Kangean, hingga Sapeken, membuktikan bahwa aktivitas transaksi masyarakat berbasis kebutuhan riil, terutama remitansi dan layanan dasar perbankan.
“Coba ke depan kita perkuat kualitas agen di lapangan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, aman, dan andal. Pengembangan layanan digital serta monitoring transaksi perlu terus ditingkatkan untuk memastikan kenyamanan nasabah,” pungkas Pinca BRI Sumenep, Diky Agietama.
Data BRILink Sumenep 2024

Pinca BRI Sumenep sebelumnya, Heru H, turut menegaskan pentingnya keberadaan BRILink dalam pemerataan layanan perbankan.
Sebagaimana dilansir media ini, Heru menuturkan bahwa jumlah agen BRILink di Sumenep per 15 Juni 2024 telah mencapai 3.500 agen, tersebar dari daratan hingga pulau-pulau seperti Masalembu, Sapeken, dan Kangean.
“Agen BRILink ada di semua daerah, termasuk kepulauan,” kata Pinca Heru, saat sambutan di acara PHS 2024, Sabtu tanggal 15 Juni 2024.
BRI Sumenep mencatat 465.369 nasabah dengan total tabungan Rp796 miliar, serta penyaluran kredit mikro Rp1,2 triliun hingga Mei 2024.
Data tersebut, menurut Heru, menunjukkan semakin kuatnya posisi BRI dalam menggerakkan aktivitas ekonomi dan UMKM di Kabupaten Sumenep.
***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow






