«“Kita datang untuk belajar, mengambil pengetahuan yang relevan, lalu membawanya pulang untuk dikembangkan di desa masing-masing,” tegasnya.»

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut nantinya dapat dilihat dari manfaat yang dihasilkan setelah para delegasi kembali ke daerah masing-masing.

«“Ukuran keberhasilan bukan seberapa jauh kita bepergian, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa kita bawa pulang untuk masyarakat,” tambahnya.»

Sementara itu, H. Deni Prasetya menjelaskan, Ansor Jatim Agro Innovation Award merupakan bagian dari upaya memperkuat keterlibatan kader dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan.

«“Kompetisi ini bukan semata-mata mencari pemenang. Kami ingin menemukan praktik baik yang bisa menjadi inspirasi dan dikembangkan di desa-desa lain,” kata Deni.»

Ia berharap kunjungan ke Tiongkok dapat memperkaya perspektif para kepala desa, terutama mengenai pemanfaatan teknologi, peningkatan produktivitas pertanian, pengelolaan pangan, pemberdayaan warga, dan penguatan ekonomi lokal.

Kolaborasi PW GP Ansor Jatim dengan Konjen RRT Surabaya juga diharapkan berkembang menjadi kerja sama produktif dalam inovasi pertanian, ketahanan pangan, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan sumber daya manusia.***