Skip to content
Sabtu, 6 Desember 2025
News
Tahun Ini Kasus HIV/AIDS di Sumenep Capai 80, Enam Pasien Meninggal ‎Mobil Suzuki Karimun Terbakar di Kalianget Sumenep: Satu Korban Luka ‎ Tak Sampai 2 Tahun Masa Kerja, Karyawan Perusahaan Ini Dapat Klaim Rp15 Juta, Pekerja BMT NUansa Bertahun-Tahun Tanpa BPJS 5 Tahun Lebih Masa Kerja, Karyawan Swalayan BMT NUansa Belum Terdaftar di BPJS hingga Pilih Resign Revitalisasi Taman Bunga Sumenep Targetkan Ruang Publik Lebih Nyaman dan Aman
MENU
Hubungi Kami
dimaduradimadura
  • Beranda
  • Tomang
  • Okara
  • Saketheng
  • Pangkèng
  • Gardu
  • Congkop
  • Roma
  • Lapak
  • Bubungan
  • Konten

Kategori

  • Advertorial
  • Artis
  • Asta
  • Bangkalan
  • Bisnis
  • Bubungan
  • Budaya
  • Buku
  • Carèta
  • Cerpen
  • Congkop
  • Desa
  • Doa
  • Editorial
  • Elektro
  • Esai
  • Fakta Unik
  • Fashion
  • Film
  • Gaguridan
  • Gancaran
  • Gardu
  • Headline
  • Kisah Mistis
  • Kolom
  • Komunitas
  • Konten
  • Kosa Kata
  • Kuliner
  • Lapak
  • Legenda
  • Lembaga
  • Lirik Lagu
  • Manca
  • Materi
  • Nasional
  • Obituari
  • Okara
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pamekasan
  • Pangkèng
  • Pangraja
  • Paramasastra
  • Profil
  • Rental
  • Roma
  • Saketheng
  • Sampang
  • Sastra
  • Sejarah
  • Situs
  • Sumenep
  • Tapalkuda
  • Tareka
  • Tecno
  • Tokoh
  • Tomang
  • Wawancara
  • Wisata
dimaduradimadura
  • Tomang
    • Sumenep
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Bangkalan
    • Tapalkuda
    • Editorial
    • Advertorial
    • Nasional
    • Manca
  • Sakèthèng
    • Tareka
    • Soal
    • Doa
    • Buku
    • Materi
  • Pangkèng
    • Sastra
    • Kosa Kata
    • Paramasastra
  • Okara
    • Ghâghuridhân
    • Gancaran
    • Esai
    • Kolom
    • Cerpen
    • Carèta
    • Legenda
  • Ghârḍu
    • Sejarah
    • Wisata
    • Budaya
  • Congkop
    • Profil
    • Tokoh
    • Obituari
    • Situs
    • Asta
    • Pangrajâ
  • Roma
    • Desa
    • Komunitas
    • Lembaga
    • Organisasi
  • Ḍâpor
    • Kuliner
    • Bârung
  • Konten
    • Tecno
    • Elektro
    • Film
    • Otomotif
  • Bubungan
    • Kisah Mistis
    • Fakta Unik
Beranda Pangkèng Seni Merangkai Pantun Madura, Konsep dan Eksekusi

Seni Merangkai Pantun Madura, Konsep dan Eksekusi

14 Juli 2024, 00:11
Bagikan:
Gambar Ilsutrasi Seni Merangkai Pantun Madura (Dokumen dimadura.id)

Logo Dimadura.idSASTRA DIMADURA — Merangkai pantun Madura membutuhkan keahlian dan pemahaman mendalam tentang bahasa dan budaya lokal.

Proses tersebut bisa kita mulai dari menentukan konsep hingga merangkai kata-kata menjadi sebuah pantun yang indah dan bermakna. Berikut adalah langkah-langkah untuk merangkai pantun Madura.

Langkah 1: Tentukan Tema

Tema adalah inti dari pantun yang akan kita rangkai. Apakah pantun tersebut akan berisi nasihat, sindiran, atau pujian? Semua tergantung pada kehendak atau mood si pengarang. Tapi yang jelas, menentukan tema akan sedikit membantu dalam memilih kata-kata yang tepat.

Pemilihan tema yang tepat sangatlah penting dalam merangkai pantun. Tema dalam pantun sering kali diambil dari kehidupan sehari-hari dan pengalaman sosial masyarakat.

Tema tersebut upayakan relevan dan memiliki kedekatan emosional dengan pendengar atau pembaca.

Baca Juga:

Gambar Ilustrasi Kosakata Bahasa Madura Acakarbâ (Doc. Dimadura)

ACAKARBÂ

Langkah 2: Susun Baris Sampiran dan Isi

Pantun Madura biasanya terdiri dari dua atau empat baris. Baris pertama dan kedua disebut sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat disebut isi.

Contoh Pantun 2 Baris:

Akadhiyâ cajhâ bulân pornama
Sonarra tèra’ mellok parana

(Seperti sinar bulan purnama/Sinarnya terang menyinari sekitarnya)

Sampiran pantun ini menggambarkan keindahan bulan purnama. Sementara isinya adalah pesan yang ingin disampaikan si penulis melalui bait kedua.


BACA JUGA:

Uwais &Amp; Ghaist, Saat Ngaji Puisi Bahasa Madura Di Pusara Sayyid Jemur Buju' Bagung, Rabu 9 Juli 2024 (Foto: Sc.video On Youtube Rumah Tangga Puisi)

Ngaji Puisi Bahasa Madura: Dhadha Se Eporak


Sekalipun bait kedua tersebut seolah belum menjawab bunyi sampiran di atasnya, namun jika kita memaknai kata “sonarra” sebagai “aura wajah seseorang” misalnya, maka sebenarnya 2 baris pantun tersebut sudah dapat ditangkap apa makna dan maksudnya.

Struktur pantun yang terdiri dari sampiran dan isi mencerminkan harmoni antara keindahan bentuk dan kedalaman makna. Sampiran berfungsi untuk menarik perhatian dan memberikan konteks, sementara isi menyampaikan pesan utama.

Langkah 3: Pilih Kata yang Tepat

Pemilihan kata sangat penting dalam merangkai pantun. Kata-kata harus dipilih dengan cermat agar pantun tidak hanya indah tetapi juga bermakna.

Dalam pantun Madura, penggunaan metafora dan personifikasi sering kali digunakan untuk memperkuat pesan.


BACA JUGA:

Salah Satu Contoh Pantun Madura Puitis Yang Sarat Akan Nasehat Dan Bernuansa Filosofis Dalam Artikel Ini (Gambar Ilustrasi: Dokumen Dimadura.id)

Keindahan Pantun Madura, Mulai Pantun Kena Mental hingga Jenis Pantun Puitis


Langkah 4: Atur Rima dan Irama

Pantun Madura umumnya memiliki pola rima tertentu, seperti a-a atau a-b-a-b. Mengatur rima dan irama membantu pantun terdengar lebih harmonis dan enak didengar.

Contoh Pantun 4 Baris:

Angèn alèmbây maghuli dâun
Dâun akobâ’ ka sampèyan
Rèng alèm sedhâ toron andârun
Kobhurrâ ro’om asrendemman

Maksud: Pantun ini tidak hanya indah secara estetika tetapi juga sarat dengan makna. Baris pertama dan kedua adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi yang menyampaikan pesan tentang kehidupan yang tenang dan indah.

Seni merangkai kata dalam pantun membutuhkan keterampilan berbahasa yang tinggi. Dalam bukunya Language and Literature in Multilingual Contexts, Francis Ong menyatakan, bahwa kemampuan memilih kata dan mengatur rima merupakan keterampilan linguistik yang penting dalam sastra lisan.

Pantun adalah bentuk sastra yang sangat bergantung pada keindahan bunyi dan ritme.

Langkah 5: Terus Berlatih Berulang-ulang

Merangkai pantun sering kali memerlukan beberapa kali percobaan dan pengulangan. Jangan ragu untuk mencoba berbagai variasi hingga menemukan kombinasi kata yang paling pas.


BACA JUGA:

20240712 123323

Keindahan Akuarium Glowfish: Dunia Bawah Air yang Menawan

 


Proses mencoba dan mengulang ini sejalan dengan teori sastra yang dijelaskan oleh Northrop Frye dalam Anatomy of Criticism.

Frye menyatakan, bahwa proses penciptaan sastra adalah siklus yang melibatkan eksplorasi, penyesuaian, dan penyempurnaan. Begitu pula dalam merangkai pantun, perlu ada proses evaluasi dan perbaikan untuk mencapai hasil yang terbaik.

Ya, dengan memahami teknik merangkai pantun Madura, kita dapat menciptakan pantun yang tidak hanya indah tetapi juga bermakna.

Pantun hasil karya kita dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memberikan nasihat hingga menghibur dalam acara-acara adat dan budaya.


Referensi:

  • Teeuw, A. The Theory of Poetry in the Southeast Asian Literatures. Leiden: KITLV Press, 1972.
  • Kartini, R. A. Habis Gelap Terbitlah Terang. Jakarta: Balai Pustaka, 1985.
  • Ong, Francis. Language and Literature in Multilingual Contexts. Oxford University Press, 1999.
  • Frye, Northrop. Anatomy of Criticism: Four Essays. Princeton University Press, 1957.

Post Views: 1,040

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
CaraDimaduraKonsepPantun MaduraSastra MaduraSeni Merangkai Pantun
Komentar
Bagikan:
Sebelumnya

Keindahan Pantun Madura, Mulai Pantun Kena Mental hingga Jenis Pantun Puitis

Selanjutnya

Nilai-Nilai Luhur dalam Pantun Bahasa Madura: Moral, Agama, dan Budaya

Artikel Terkait

Terjemah Bahasa Indonesia Puisi Yayan KS yang berjudul "MADURA"

Terjemah Bahasa Indonesia Puisi Yayan KS: Madura

Uwais & Ghaist, Saat Ngaji Puisi Bahasa Madura di Pusara Sayyid Jemur Buju' Bagung, Rabu 9 Juli 2024 (Foto: Sc.video on Youtube Rumah Tangga Puisi)

Ngaji Puisi Bahasa Madura: Dhadha Se Eporak

MC Bahasa Madura

Download Parenteng Lampa, Contoh MC Bahasa Madura Gunakan Sastra

OKARA

Dua Daerah Penghasil Migas di Madura Tetap Bertahan Jadi Kabupaten Termiskin se-Jawa Timur

Dua Penghasil Migas di Madura Tetap Bertahan Jadi Kabupaten Termiskin se-Jawa Timur

Kolom 25 November 2025
Gambar Ilustrasi SKK Migas Wajib Laporan ke Menteri, Bukan ke Rakyat

Perusahaan Migas Wajib Lapor ke Menteri, Bukan ke Rakyat?

Kolom 25 November 2025
Gambar Ilustrasi Kolom Dimadura | Eksplorasi Migas HCML dan Medco Energi (Istimewa)

HCML dan Medco Energi: Triliunan Mengalir, Kemanusiaan di Pesisir Sumenep Kian Mengering

Kolom 24 November 2025
Foto: Soeharto yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia 2025, (Istimewa/Doc. Dimadura).

Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Picu Gelombang Penolakan

Okara 20 November 2025
Santri Putri Riang Mengaji Bersama di Emperan Masjid Pondok Pesantren (Ilustrasi/Istimewa)

Madura dan Jejak Tua Pesantren Nusantara di Balik Hari Santri Nasional

Kolom 23 Oktober 2025

SAKÈTHÈNG

Materi

Download PDF: Bersyukur dengan Akikah, Peduli Sesama dengan Berkurban

Cover 3 Buku Sejarah Madura dan Pesantren
Buku

Tiga Buku Ini Merekam Peran Sentral Madura dalam Sejarah dan Pesantren

Download PDF Materi PAI Kelas 9 Semester I SMP/Sederajat: Meyakini Hari Akhir
Materi

Download PDF Materi PAI Kelas 9 Semester I SMP/Sederajat: Meyakini Hari Akhir

Momen Foto Bersama Pernikahan di Desa Totosan, Batang-Batang, Sumenep
Tareka

Musim Nikah, Ini Teks Contoh MC Pernikahan Bahasa Madura

POSE BERSAMA: Wisudawan dan Wisudawati Tahfidz Qur'an SMPIT Al-Hidayah Sumenep Tahun Pelajaran 2023-2024 (Foto: Nur Hidayati for Dimadura)
Saketheng

Contoh Naskah Seremoni Puitik Penobatan Wisudawan Terbaik dan Terfavorit 2025

PANGKÈNG

Gambar Ilustrasi Kosakata Bahasa Madura Acakarbâ (Doc. Dimadura)

ACAKARBÂ

Kosa Kata 22 Oktober 2025
Ghemmet atau Ghunḍhâs

Ghemmet atau Ghunḍhâs?

Kosa Kata 11 Oktober 2025
Ilustrasi Tiga Puisi Amin Bashiri by Don's

Tiga Puisi Amin Bashiri: Wijaya 28, Bidak Catur, dan Karena Hujan

Sastra 4 Oktober 2025
Gambar Ilustrasi Puisi Puisi Fendi Kachonk (by @artmien/doc. dimadura)

Puisi Puisi Fendi Kachonk *)

Sastra 16 September 2025
Mo’-Ngomo’: Ekspresi Bahasa Madura tentang Kebelet yang Tak Tertahankan (Ilustrasi Istimewa/Doc. Dimadura)

Mo’-Ngomo’ Bahasa Madura

Kosa Kata 4 Juli 2025

TERPOPULER

Tareka

20 Kata-kata Bijak Inspiratif Bahasa Madura dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

Potret Acara Maulid Sastra Gunung Moncek 2024 (Foto: Ali Makki for dimadura)
Komunitas

Maulid Sastra Gunung Moncek: Perpaduan Seni, Religi, dan Tradisi yang Menyihir Ribuan Penonton

Arti Kata dan Macam-macam Poke dalam Bahasa Madura (Cover by Dimadura)
Kosa Kata

Arti Kata dan Macam-macam Poke dalam Bahasa Madura

Daftar Lengkap Kosakata Bahasa Madura Halus Anggota Tubuh Manusia (Arsip Dimadura.id)
Kosa Kata

Daftar Lengkap Kosakata Bahasa Madura Halus Anggota Tubuh dan Contohnya dalam Kalimat

Gambar Ilustrasi Artikel Kosakata Jorok Bahasa Madura Arti Bahasa Indonesia. Apa arti burik beceng? (Istimewa)
Kosa Kata

4 Kosakata Jorok Bahasa Madura dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

DIMADURA.ID | Ruang bagi orang Madura membaca, menulis, dan bersuara dalam bahasa, budaya, dan kearifan sendiri.

Jalan Raya Gapura, Ds. Buddagan Bangkal No. 41,
Kec. Kota, Sumenep, Madura, Indonesia
Contact: 082333811209

Email: redaksi@dimadura.id atau dimadura99@gmail.com

INFORMASI

  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Tarif Kerjasama

ESTORIA.ID

thumbnail
Lipsus

Pengmas FIB UI 2025 Angkat Tema “Membangun Harmoni Hunian Vertikal di Menara Samawa, Pondok Kelapa”

Jakarta Timur – Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) resmi meluncurkan program pengabdian masyarakat bertajuk “Membangun Harmoni Hunian...

CONGKOP

Kabag Hukum Setdakab Sumenep, Hizbul Wathan, Saat Menerima Penghargaan yang disarahkan langsung oleh Pj Sekda Sumenep, Syahwan Effendi, Jumat malam tanggal 24 Oktober 2025 diarea timur Taman Adipura Sumenep (Foto: Mazdon/Doc. Dimadura)
Pangraja

Disaksikan Ribuan Warga, Kabag Hukum Setdakab Sumenep Raih Anugerah Inovasi Daerah 2025

Copyright © dimadura - 2025

Konten Iklan

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!