Skip to content
Kamis, 30 April 2026
News
Wajah Muda PDIP, Sulahuddin dan Perjuangan Hak Pekerja May Day 2026, Wakil DPRD Sumenep Tekankan Sinergi dan Perlindungan Pekerja dan Upah Layak Legislator Muda Sumenep Beberkan Makna May Day 2026 Lebih Mendalam PBV Abizar Lolos ke Delapan Besar Turnamen Bola Voli Piala Bupati Sumenep 2026 Enam Tahun Bergulir, Mengapa Kasus Kredit Pensiunan BRI Sumenep Berhenti di Satu Tersangka?
MENU
Hubungi Kami
dimaduradimadura
  • Beranda
  • Tomang
  • Okara
  • Sakèthèng
  • Pangkèng
  • Ghârḍu
  • Congkop
  • Roma
  • Lapak
  • Bubungan
  • Lèbur

Kategori

  • Advertorial
  • Artis
  • Asta
  • Bangkalan
  • Bisnis
  • Bubungan
  • Budaya
  • Buku
  • Carèta
  • Cerpen
  • Congkop
  • Desa
  • Doa
  • Editorial
  • Elektro
  • Esai
  • Fakta Unik
  • Fashion
  • Film
  • Gaguridan
  • Gancaran
  • Gardu
  • Headline
  • Kisah Mistis
  • Kolom
  • Komunitas
  • Konten
  • Kosa Kata
  • Kuliner
  • Lapak
  • Legenda
  • Lembaga
  • Lirik Lagu
  • Manca
  • Materi
  • Nasional
  • Obituari
  • Okara
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pamekasan
  • Pamekasan
  • Pangkèng
  • Pangraja
  • Paramasastra
  • Profil
  • Rental
  • Roma
  • Saketheng
  • Sampang
  • Sastra
  • Sejarah
  • Situs
  • Sumenep
  • Tapalkuda
  • Tareka
  • Tecno
  • Tokoh
  • Tomang
  • Wawancara
  • Wisata
dimaduradimadura
  • Tomang
    • Sumenep
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Bangkalan
    • Tapalkuda
    • Editorial
    • Advertorial
    • Nasional
    • Manca
  • Sakèthèng
    • Tareka
    • Soal
    • Doa
    • Buku
    • Materi
  • Pangkèng
    • Sastra
    • Kosa Kata
    • Paramasastra
  • Okara
    • Ghâghuridhân
    • Gancaran
    • Esai
    • Kolom
    • Cerpen
    • Carèta
    • Legenda
  • Ghârḍu
    • Sejarah
    • Wisata
    • Budaya
  • Congkop
    • Profil
    • Tokoh
    • Obituari
    • Situs
    • Asta
    • Pangrajâ
  • Roma
    • Desa
    • Komunitas
    • Lembaga
    • Organisasi
  • Ḍâpor
    • Kuliner
    • Bârung
  • Konten
    • Tecno
    • Elektro
    • Film
    • Otomotif
  • Bubungan
    • Kisah Mistis
    • Fakta Unik
Beranda Pangkèng Nilai-Nilai Luhur dalam Pantun Bahasa Madura: Moral, Agama, dan Budaya

Nilai-Nilai Luhur dalam Pantun Bahasa Madura: Moral, Agama, dan Budaya

Oleh dimadura - 14 Juli 2024, 03:03
Bagikan:
Nilai-nilai Luhur dalam Pantun Bahasa Madura: Moral Budaya dan Agama (Dokumen dimadura.id)

Logo Dimadura.idSASTRA DIMADURA – Pantun Madura mengandung banyak nilai moral, agama, dan budaya yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pantun, masyarakat Madura menyampaikan ajaran-ajaran yang penting untuk menjaga keharmonisan dan kedamaian.

Nilai Moral

Pantun Madura sering kali berisi nasihat tentang perilaku yang baik dan buruk. Berikut ini beberapa contoh pantun dengan nilai-nilai luhur yang tersirat di dalamnya.

Contoh:

Bhângo’ neng-ngennengnga,
ètèmbhâng acaca dhâddhi salana

Arti: Lebih baik diam saja, daripada bersuara malah jadi masalah

Baca Juga:

Penyair Sumenep Sugat Ibnu Gazali Sang &Quot;Pegulat Puisi&Quot;

Puisi Puisi Sugat Ibnu Gazali


BACA JUGA: 

Salah Satu Contoh Pantun Madura Puitis Yang Sarat Akan Nasehat Dan Bernuansa Filosofis Dalam Artikel Ini (Gambar Ilustrasi: Dokumen Dimadura.id)

Keindahan Pantun Madura, Mulai Pantun Kena Mental hingga Jenis Pantun Puitis


Maksud: Pantun ini mengajarkan pentingnya menjaga ucapan. Dalam kehidupan, sering kali kata-kata yang tidak terkontrol bisa menyebabkan masalah, mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati dalam berbicara.

Clifford Geertz dalam bukunya The Religion of Java, menyebutkan, pantun sering digunakan dalam masyarakat Jawa (termasuk Madura) sebagai alat untuk menyampaikan pesan moral dan etika. Pantun-pantun ini berfungsi sebagai kontrol sosial yang halus namun efektif.

Nilai Agama

Pantun Madura juga mencerminkan nilai-nilai agama, terutama Islam, yang dianut oleh mayoritas masyarakat Madura.

Contoh:

Angèn alèmbây maghuli dâun
Dâun akobâ’ ka sampèyan
Rèng alèm sedhâ toron andârun
Kobhurrâ ro’om asrendemman

Arti:

Angin berhembus pelan menggerakkan daun Daun melambai manggil kalian
Orang alim wafat turun andarun (seberkas cahaya)
Kuburannya semerbak wewangian

Maksud: Pantun ini mengingatkan tentang kehidupan setelah kematian dan pentingnya berbuat baik selama hidup. Nilai-nilai agama tersebut mencerminkan keyakinan akan adanya kehidupan setelah mati dan pentingnya amal perbuatan.

Dalam Islamic Poetry and Poetics: Traditions and Modernity, John Renard menjelaskan bahwa puisi dan pantun sering kali digunakan dalam tradisi Islam untuk mengajarkan nilai-nilai agama dan spiritualitas.

Pantun Madura, dengan cara yang sederhana namun mendalam, mengajarkan pentingnya amal baik dan kehidupan setelah mati.

Nilai Budaya

Pantun Madura juga mencerminkan nilai-nilai budaya lokal yang sangat kuat. Melalui pantun, nilai-nilai seperti gotong royong, hormat kepada orang tua, dan pentingnya menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat diajarkan kepada generasi muda.

Contoh:

Bâto saghunong èkambhuli’in, rassa dhâmmang sakejjhâ’ân

Arti: Batu segunung diangkut bergotong-royong, rasanya ringan sebentar rampung.

Maksud: Pantun ini mengajarkan tentang pentingnya gotong royong dan kerja sama dalam masyarakat. Nilai budaya gotong royong ini sangat kuat dalam tradisi Madura dan dicerminkan melalui pantun.

Dalam bukunya Cultural Values in Indonesia, Koentjaraningrat menjelaskan bahwa nilai-nilai seperti gotong royong dan hormat kepada orang tua merupakan bagian integral dari budaya Indonesia, termasuk Madura.

Dalam prakteknya, pantun seringkali digunakan sebagai media untuk menyampaikan dan menguatkan nilai-nilai tersebut.

Pengaruh Globalisasi

Dalam era globalisasi, pantun Madura menghadapi tantangan dalam mempertahankan relevansinya. Namun, pantun tetap menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai lokal kepada generasi muda.

Anthony Giddens dalam Runaway World: How Globalisation is Reshaping Our Lives, menuturkan bahwa globalisasi tidak selalu berarti hilangnya tradisi lokal.

Sebaliknya, globalisasi dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya lokal ke dunia internasional.

Dengan memahami nilai-nilai moral, agama, dan budaya dalam pantun Madura, kita dapat melihat bagaimana ia berfungsi sebagai media untuk mengajarkan kebijaksanaan hidup.

Pantun tidak hanya merupakan warisan budaya yang indah, tetapi juga sarat dengan makna yang relevan dalam kehidupan modern.


Referensi:

  • Geertz, Clifford. The Religion of Java. University of Chicago Press, 1976.
  • Renard, John. Islamic Poetry and Poetics: Traditions and Modernity. University of California Press, 2004.
  • Koentjaraningrat. Cultural Values in Indonesia. Jakarta: Gramedia, 2002.
  • Giddens, Anthony. Runaway World: How Globalisation is Reshaping Our Lives. Profile Books, 1999.

Post Views: 860

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Bahasa MaduraContohNilai AgamaNilai BudayaNilai MoralPantun MaduraSastra
Komentar
Bagikan:
Sebelumnya

Seni Merangkai Pantun Madura, Konsep dan Eksekusi

Selanjutnya

Ragam dan Struktur Pantun Madura: Keindahan dalam Kesederhanaan

Artikel Terkait

Gambar Ilustrasi 5 Puisi Perpisahan Siswa SD, Terjemah Bahasa Madura, Bikin Enyuh! (Doc. Dimadura)

5 Puisi Perpisahan Siswa SD, Terjemah Bahasa Madura, Bikin Enyuh!

Pantun Religi Karya Haji Muakmam Part 1

Mo’-Ngomo’: Ekspresi Bahasa Madura tentang Kebelet yang Tak Tertahankan (Ilustrasi Istimewa/Doc. Dimadura)

Mo’-Ngomo’ Bahasa Madura

OKARA

ILUSTRASI. Potret 5 Komisioner KI Sumenep (doc.dimadura)
Kolom

Surat Terbuka untuk KI Sumenep; Transparansi Itu Data, Bukan Informasi Seremonial

Carpan Suhairi Marlèna bân Tarèsna sè Ta' Lontor
Carèta

Marlèna bân Tarèsna sè Ta’ Lontor

Foto: ILUSTRASI. Sejarah Hari Perempuan Internasional dimulai di Amerika Serikat. (Istimewa/Doc. Dimadura).
Okara

Merayakan dengan Keberanian: Refleksi Hari Perempuan 2026 dari Ruang Gerak KOPRI

Foto: Noris Sabit Presiden Fakta Foundation bersama 3 Besar Calon Sekda Sumenep 2026, (Ari/Doc. Dimadura).
Kolom

Membaca Rekam Jejak 3 Besar Calon Sekda Sumenep 2026

Merawat "Akar" Simpul Maiyah Damar Ate Sumenep
Komunitas

Merawat “Akar” Simpul Damar Ate

SAKÈTHÈNG

Download PDF: Bersyukur dengan Akikah, Peduli Sesama dengan Berkurban

Materi 10 November 2025
Cover 3 Buku Sejarah Madura dan Pesantren

Tiga Buku Ini Merekam Peran Sentral Madura dalam Sejarah dan Pesantren

Buku 19 Oktober 2025
Download PDF Materi PAI Kelas 9 Semester I SMP/Sederajat: Meyakini Hari Akhir

Download PDF Materi PAI Kelas 9 Semester I SMP/Sederajat: Meyakini Hari Akhir

Materi 22 September 2025
Momen Foto Bersama Pernikahan di Desa Totosan, Batang-Batang, Sumenep

Musim Nikah, Ini Teks Contoh MC Pernikahan Bahasa Madura

Tareka 14 September 2025

PANGKÈNG

Penyair Sumenep Sugat Ibnu Gazali Sang "Pegulat Puisi"
Sastra

Puisi Puisi Sugat Ibnu Gazali

Ilustrasi penyair MH Efendi dengan kutipan sajak reflektif tentang perjuangan hidup dan kesunyian manusia
Sastra

Sajak MH Efendi

Sastra

Membaca Puisi “Rajâ Atè” karya Liwail Amri

Gaguridan

Rajâ Atè: Refleksi Akhir Tahun 2025

Puisi-puisi Rifky Raya: Tentang Leluhur, Modernitas, dan Kota yang Retak
Pangkèng

Puisi-puisi Rifky Raya: Tentang Leluhur, Modernitas, dan Kota yang Retak

ADVERTORIAL
ADVERTORIAL
Launching Kantor PBH Jatim
previous arrow
next arrow

DIMADURA.ID | Ruang bagi orang Madura membaca, menulis, dan bersuara dalam bahasa, budaya, dan kearifan sendiri.

Jalan Raya Gapura, Ds. Buddagan Bangkal No. 41,
Kec. Kota, Sumenep, Madura, Indonesia
Contact: 082333811209

Email: redaksi@dimadura.id atau dimadura99@gmail.com

INFORMASI

  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Tarif Kerjasama
Copyright @dimadura.id 2021

Konten Iklan

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!