Skip to content
Kamis, 23 April 2026
News
Aksi Bakar Ban di BRI Sumenep, Ada Temuan Penyalahgunaan Wewenang Kredit SK Pensiun Wabup Sumenep Apresiasi New JConnect, Layanan Bank Jatim Kian Praktis Dua Kapal RI Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Tempuh Jalur Diplomasi Bank Jatim Tegaskan Komitmen Hukum atas Dugaan Kasus Fraud EDC Sumenep Pemkab Sumenep Terus Perkuat Pengawasan Distribusi LPG Subsidi
MENU
Hubungi Kami
dimaduradimadura
  • Beranda
  • Tomang
  • Okara
  • Sakèthèng
  • Pangkèng
  • Ghârḍu
  • Congkop
  • Roma
  • Lapak
  • Bubungan
  • Lèbur

Kategori

  • Advertorial
  • Artis
  • Asta
  • Bangkalan
  • Bisnis
  • Bubungan
  • Budaya
  • Buku
  • Carèta
  • Cerpen
  • Congkop
  • Desa
  • Doa
  • Editorial
  • Elektro
  • Esai
  • Fakta Unik
  • Fashion
  • Film
  • Gaguridan
  • Gancaran
  • Gardu
  • Headline
  • Kisah Mistis
  • Kolom
  • Komunitas
  • Konten
  • Kosa Kata
  • Kuliner
  • Lapak
  • Legenda
  • Lembaga
  • Lirik Lagu
  • Manca
  • Materi
  • Nasional
  • Obituari
  • Okara
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pamekasan
  • Pamekasan
  • Pangkèng
  • Pangraja
  • Paramasastra
  • Profil
  • Rental
  • Roma
  • Saketheng
  • Sampang
  • Sastra
  • Sejarah
  • Situs
  • Sumenep
  • Tapalkuda
  • Tareka
  • Tecno
  • Tokoh
  • Tomang
  • Wawancara
  • Wisata
dimaduradimadura
  • Tomang
    • Sumenep
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Bangkalan
    • Tapalkuda
    • Editorial
    • Advertorial
    • Nasional
    • Manca
  • Sakèthèng
    • Tareka
    • Soal
    • Doa
    • Buku
    • Materi
  • Pangkèng
    • Sastra
    • Kosa Kata
    • Paramasastra
  • Okara
    • Ghâghuridhân
    • Gancaran
    • Esai
    • Kolom
    • Cerpen
    • Carèta
    • Legenda
  • Ghârḍu
    • Sejarah
    • Wisata
    • Budaya
  • Congkop
    • Profil
    • Tokoh
    • Obituari
    • Situs
    • Asta
    • Pangrajâ
  • Roma
    • Desa
    • Komunitas
    • Lembaga
    • Organisasi
  • Ḍâpor
    • Kuliner
    • Bârung
  • Konten
    • Tecno
    • Elektro
    • Film
    • Otomotif
  • Bubungan
    • Kisah Mistis
    • Fakta Unik
Beranda Pangkèng Keindahan Pantun Madura, Mulai Pantun Kena Mental hingga Jenis Pantun Puitis

Keindahan Pantun Madura, Mulai Pantun Kena Mental hingga Jenis Pantun Puitis

Oleh dimadura - 13 Juli 2024, 19:40
Bagikan:
Salah satu contoh pantun Madura puitis yang sarat akan nasehat dan bernuansa filosofis dalam artikel ini (Gambar Ilustrasi: Dokumen dimadura.id)
Salah satu contoh pantun Madura puitis yang sarat akan nasehat dan bernuansa filosofis dalam artikel ini (Gambar Ilustrasi: Dokumen dimadura.id)

Logo Dimadura.idSASTRA DIMADURA – Pantun Madura merupakan salah satu bentuk seni berpuisi yang sarat dengan nilai-nilai kebudayaan lokal.

Dari pantun yang berisi nasehat hingga yang menyentuh hati, pantun-pantun yang bakal kami sajikan ini memiliki cara unik dalam mengkomunikasikan pesan-pesan penting.


BACA JUGA:

Uwais &Amp; Ghaist, Saat Ngaji Puisi Bahasa Madura Di Pusara Sayyid Jemur Buju' Bagung, Rabu 9 Juli 2024 (Foto: Sc.video On Youtube Rumah Tangga Puisi)

Ngaji Puisi Bahasa Madura: Dhadha Se Eporak


Berikut adalah berbagai jenis pantun Madura beserta artinya dalam bahasa Indonesia, mulai dari jenis pantun kena mental, pantun hati-hati di jalan, pantun nasehat, hingga pantun puitis.

Baca Juga:

Penyair Sumenep Sugat Ibnu Gazali Sang &Quot;Pegulat Puisi&Quot;

Puisi Puisi Sugat Ibnu Gazali

A. Pantun Bahasa Madura Kena Mental (2 Baris)

Pantun kena mental dalam bahasa Madura biasanya berupa pribahasa dengan kalimat personifikasi atau ironi.

Pantun jenis ini sering digunakan untuk memberikan sindiran halus atau mengingatkan seseorang dengan cara yang bijak tapi agak menggelitik. Berikut contohnya:

Contoh 1:

“Ghâludhuk jhâng ranyèngan, ojhân ta’ ojhân.”

Arti: Hanya angin bertiup kencang, hujan tak kan turun

Maksud: Pantun di atas biasanya diucapkan kepada seseorang yang banyak omong tapi omongannya tidak terbukti.


BACA JUGA:

Potret Jantung Kota Pamekasan, Arek Lancor (Foto: Istimewa)

Catatan Seorang Jurnalis: Kegagalan Data Sosial, Ironi Kesejahteraan Pamekasan


Contoh 2:

“Mon amèmpè jhâ’ ghi-tèngghi, mon ghâgghâr mè’ lajhu mèrcat.”

Arti: Kalau ngimpi jangan ketinggian, awas jatuh kau kualat

Maksud: Pantun ini untuk menyindir seseorang yang selalu berbicara dengan topik di luar batas kemampuannya. Jika kita mengucapkannya, dijamin orang tersebut akan berpikir dua kali untuk menyombongkan diri lagi.

Contoh 3:

“Bânnya’ caca, bânnya’ sala.”

Arti: Banyak bicara, banyak salah

Maksud: Terlalu banyak berbicara bisa menimbulkan banyak masalah, bahwa manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Ingat kata-kata bijak, “diam berharga, bicara tidak sia-sia”.

Contoh 4:

“Tè-ngatè mon e’-naè’ana, bilâ labu tèya kèya sè sala.”

Arti: Hati-hati ketika memanjat, nanti jatuh saya juga yang salah

Maksud: Jangan terlalu percaya diri, bisa berakibat buruk terhadap orang yang ada di dekatnya.


BACA JUGA:

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Saat Menghadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Sosial Di Gedung Pascasarjana Unmer Malang, Jumat (12/7). (Foto: Sumenepkab For Dimadura.id)

Raih Predikat Cumlaude Program Doktor Ilmu Sosial, Berikut Jenjang Karir dan Riwayat Pendidikan Bupati Sumenep


Contoh 5:

“Mon la angèn bhârât è adâ’, biyâsana ta’ kèra ghâgghâr ojhân.”

Arti: Kalau sudah kencang anginnya, biasanya tidak akan turun hujan

Maksud: Jika sombong di awal, pasti akan kecewa di akhir.

B. Pantun Madura Hati-hati di Jalan

Pantun ini memberikan pesan agar selalu berhati-hati dalam perjalanan, baik di jalan umum maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1:

“Mangkat bungkol, mole bungkol”

Arti: Berangkat utuh, pulang utuh. Maksudnya adalah, hati-hati di jalan hingga sampai tujuan dan pulang kembali dalam keadaan selamat.

Kata-kata “mangkat bungkol mole bungkol” ini termasuk pribahasa Madura yang menyiratkan pesan agar berhati-hati atau waspada selama dalam perjalanan dan selama ada di perantauan.

Contoh 2:

“Mon ajhâlân jhâ’ adânga’ mè’ tatandung, jhâ’ nondu’ mè’ taghentos”

Arti: Kalau berjalan jangan melihat ke atas awas kesandung, tapi juga jangan selalu menunduk, khawatir kejedot ke tembok.

Contoh 3:

“Sènga’ tè-ngatè è jhâlân, bânnya’ bhilughân”

Arti: Ingat hati-hati, dalam perjalanan ada banyak kelokan.

Kata-kata ini menyiratkan pesan agar tidak hanya hati-hati selama dalam perjalanan, tetapi juga dalam menempuh kehidupan; bahwa di depan kita pasti akan berpapasan dengan banyak rintangan dan halangan sebagai ujian atas kegigihan dan tekad yang kita miliki.

Contoh 4:

“Aèng songay aghili ta’ laju loros, dâri onjhur ka olo bannya’ bâto bân bu-rombu”

Arti: Air sungai mengalir bukan lantas mulur mengalir, dari hulu ke hilir banyak batu yang harus dilewati, banyak sampah yang harus dilalui.


BACA JUGA:

20240712 123323

Keindahan Akuarium Glowfish: Dunia Bawah Air yang Menawan


 

Contoh 5:

“Sajân tèngghi perrèng tombu, sajân bhârât angèn sè nambu”

Arti: Semakin tinggi bambu tumbuh, semakin kencang angin menerpa; bahwa semakin kita beranjak ke atas, semakin besar cobaan yang akan menguji kita.

Kata-kata berupa pantun dua baris (u-u) tersebut juga mengisyaratkan agar kita senantiasa berhati-hati dalam segala situasi.

C. Contoh Pantun Nasehat Bahasa Madura

Pantun nasehat bahasa Madura banyak digunakan oleh orang tua untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anaknya.

Contoh 1:

Aèng ta’ kèra aombâ’ mon ta’ èghumbek
Orèng ta’ kèra aonga’ mon abâ’ ta’ calonga’

Arti: Seperti air yang mengalir, ia tidak akan berombak jika tidak kita obok. Demikian orang juga tidak akan bertingkah buruk jika kita bersikap baik. Hidup akan damai jika saling menghargai.

Contoh 2:

Acaca jhâ’ ghi-tèngghi,
Manna tombu sèpat dhengghi

Arti: Berbicara jangan terlalu meninggikan diri, awas tumbuh sifat dengki dalam hati. Kalau berbicara jangan terlalu kepedean, sombong bisa membawa malapetaka kepada diri sendiri.

Contoh 3:

Bhângo’ neng-ngennengnga,
ètèmbhâng acaca dhâddhi salana

Arti: Lebih baik diam saja, daripada bersuara malah jadi masalah


BACA JUGA:
Potret Kegiatan &Quot;Talkshow Dampak Dan Pencegahan Kekerasan Seksual&Quot; Kkn Unija Di Balai Desa Pabian Sumenep (Foto: Ahmad Febriyanto For Dimadura)

KKN UNIJA Sumenep Angkat Isu Kekerasan Seksual di Desa Pabian


 

Contoh 4:

Tasè’ dâlem jhung dâlemman
Langngè’ tèngghi jhung tèngghiyân
Andhep asor ka sè towa’an
Rassa panèser ka sè ngodâ’ân

Arti: Sopan santun dalam bersikap dan berbicara. Berbicara dengan baik, jangan menyakiti orang lain. Lebih baik berkata benar walaupun pahit hasilnya. Lebih baik jujur meskipun sulit.

Contoh 5:

Dhinaèn lobâng è dâdâna
Bâddhâna orèng atèngka sala
Ongghuna orèng sè la-nyala
Pareppa’na khèlap ka abâ’na

Post Views: 1,973
Halaman: 1 2

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Bahasa MaduraDimaduraKata-kataKena MentalPantun MaduraPantun NasehatPantun PuitisPuitisSastra
Komentar
Bagikan:
Sebelumnya

Setara Prestasi Akademik Bupati Sumenep, Kabappeda Arif Firmanto Raih Cumlaude Studi Doktor Ilmu Sosial

Selanjutnya

Seni Merangkai Pantun Madura, Konsep dan Eksekusi

Artikel Terkait

Contoh foto ilustrasi yang menggambarkan makna kosakata abhâlângajâ, selain menunjukkan etos kerja, masyarakat di Totosan Batang-batang Sumenep Madura (Mazdon/doc. dimadura)

Abhâlângajâ; Kosakata Bahasa Madura, Gambaran Etos Kerja Orang Madura

Rora Bhâsa Madhurâ

Fenomena Rora Bhâsa dalam Linguistik Bahasa Madura

Bâḍâ Bhák-tebbhâghân, Èlang Ta’ Sossa, Nemmo Ta’ Pèrak?

OKARA

Carpan Suhairi Marlèna bân Tarèsna sè Ta' Lontor
Carèta

Marlèna bân Tarèsna sè Ta’ Lontor

Foto: ILUSTRASI. Sejarah Hari Perempuan Internasional dimulai di Amerika Serikat. (Istimewa/Doc. Dimadura).
Okara

Merayakan dengan Keberanian: Refleksi Hari Perempuan 2026 dari Ruang Gerak KOPRI

Foto: Noris Sabit Presiden Fakta Foundation bersama 3 Besar Calon Sekda Sumenep 2026, (Ari/Doc. Dimadura).
Kolom

Membaca Rekam Jejak 3 Besar Calon Sekda Sumenep 2026

Merawat "Akar" Simpul Maiyah Damar Ate Sumenep
Komunitas

Merawat “Akar” Simpul Damar Ate

Surga Pembangunan dan Lingkungan yang Terabaikan
Kolom

Surga Pembangunan dan Lingkungan yang Terabaikan

SAKÈTHÈNG

Download PDF: Bersyukur dengan Akikah, Peduli Sesama dengan Berkurban

Materi 10 November 2025
Cover 3 Buku Sejarah Madura dan Pesantren

Tiga Buku Ini Merekam Peran Sentral Madura dalam Sejarah dan Pesantren

Buku 19 Oktober 2025
Download PDF Materi PAI Kelas 9 Semester I SMP/Sederajat: Meyakini Hari Akhir

Download PDF Materi PAI Kelas 9 Semester I SMP/Sederajat: Meyakini Hari Akhir

Materi 22 September 2025
Momen Foto Bersama Pernikahan di Desa Totosan, Batang-Batang, Sumenep

Musim Nikah, Ini Teks Contoh MC Pernikahan Bahasa Madura

Tareka 14 September 2025

PANGKÈNG

Penyair Sumenep Sugat Ibnu Gazali Sang "Pegulat Puisi"
Sastra

Puisi Puisi Sugat Ibnu Gazali

Ilustrasi penyair MH Efendi dengan kutipan sajak reflektif tentang perjuangan hidup dan kesunyian manusia
Sastra

Sajak MH Efendi

Sastra

Membaca Puisi “Rajâ Atè” karya Liwail Amri

Gaguridan

Rajâ Atè: Refleksi Akhir Tahun 2025

Puisi-puisi Rifky Raya: Tentang Leluhur, Modernitas, dan Kota yang Retak
Pangkèng

Puisi-puisi Rifky Raya: Tentang Leluhur, Modernitas, dan Kota yang Retak

ADVERTORIAL
ADVERTORIAL
Launching Kantor PBH Jatim
previous arrow
next arrow

DIMADURA.ID | Ruang bagi orang Madura membaca, menulis, dan bersuara dalam bahasa, budaya, dan kearifan sendiri.

Jalan Raya Gapura, Ds. Buddagan Bangkal No. 41,
Kec. Kota, Sumenep, Madura, Indonesia
Contact: 082333811209

Email: redaksi@dimadura.id atau dimadura99@gmail.com

INFORMASI

  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Tarif Kerjasama
Copyright @dimadura.id 2021

Konten Iklan

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!