"BRIDA, misalnya, mengembangkan sejumlah aplikasi dan platform, seperti SIMBRIDA, DIGAJI, KERIS, SISTA MITRA, serta Sumenep Technolab sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi," sampainya.

Di sektor administrasi kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melahirkan 13 inovasi pelayanan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap dokumen kependudukan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan mengembangkan berbagai program inovatif yang berfokus pada penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, pengendalian tuberkulosis, serta penguatan layanan kesehatan berbasis digital.

Siswahyudi menegaskan, pengembangan inovasi juga dilakukan oleh sejumlah organisasi perangkat daerah lainnya, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Inspektorat, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, RSUD dr. H. Moh. Anwar, hingga Laboratorium Kesehatan Daerah.

Tak hanya perangkat daerah, menurut dia, seluruh kecamatan di Kabupaten Sumenep juga berkontribusi melalui berbagai inovasi yang mendukung percepatan pelayanan administrasi, peningkatan tata kelola pemerintahan, pelayanan kesehatan masyarakat, serta program percepatan penurunan stunting.

Kontribusi terbesar berasal dari jaringan puskesmas yang menghasilkan 105 inovasi.

Program yang dikembangkan meliputi peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit menular, penanganan masalah gizi, layanan kesehatan jiwa, digitalisasi pelayanan kesehatan, hingga perluasan akses layanan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Partisipasi dalam pengembangan inovasi juga datang dari sektor nonpemerintah.

Lembaga pendidikan, BUMD, pelaku UMKM, dan komunitas masyarakat turut menghadirkan berbagai karya yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi, pemberdayaan ekonomi, pengelolaan lingkungan, literasi keuangan, hingga sistem pengawasan perikanan berbasis drone.

Siswahyudi menegaskan BRIDA akan terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.