Bakat yang Turun dari Kakek
Bakat membaca puisi Bintan punya jalur yang lebih tua daripada dirinya sendiri.
Arimas adalah orang yang pertama kali melatihnya. Sang ibu mengenal puisi dari ayahnya (kakek Bintan) yang juga memiliki latar ketertarikan pada seni dan sastra.
Arimas doeloe ikut lomba-lomba puisi. Kini pengalaman itu seperti menemukan jalan pulang lewat buah hatinya.
Ada sesuatu yang menarik dalam proses itu. Bintan tidak belajar puisi dari buku saja. Ia belajar dari seseorang yang pernah berdiri di posisi yang sama, IBUNYA SENDIRI.
Bukan piala yang diwariskan, melainkan cara memandang kata, mengatur napas, membaca suasana, dan berdiri di depan orang lain. “Yang melatih baca puisi, Alhamdulillah, saya sendiri. Benar-benar dari mau sampai di titik ini,” kata Arimas.
Sekolah kemudian ikut mengambil bagian. Ketika ada lomba, Bintan mendapat latihan dari guru. Di rumah, latihan dilanjutkan bersama ibunya.
Untuk lagu “Lukisan Indonesia”, ceritanya berbeda. Bintan mendapatkan latihan dari tempat kursusnya. Lagu itu sebenarnya sudah lebih dahulu ia bawakan dalam sebuah lomba di Pamekasan.
Hasilnya, JUARA SATU.

