Maka ketika lagu yang sama kembali dibawakan dalam acara pra-upacara HUT ke-81 RI, Bintan tidak datang dengan perasaan asing. Ia sudah mengenal lagu itu.
"Kebetulan, sebelum menyanyikan di pra-upacara tadi, sebelum diminta, Bintan sudah pernah membawakan lagu ini saat ikut lomba di Pamekasan, se-Madura. Alhamdulillah berhasil meraih juara satu pada saat itu. Sehingga menurut saya, feel-nya emang sudah dapet dari awal," ungkap dia.
Panggung di halaman Pemkab Sumenep pada Senin pagi itu menjadi semacam pertemuan antara latihan, pengalaman, dan kesempatan.
BINTAN berdiri di hadapan ratusan orang. Puisi “Ibu Pertiwi” dibacakan. “Lukisan Indonesia” dinyanyikan. Tepuk tangan terdengar setelah penampilannya selesai.
Seorang anak kelas lima sekolah dasar baru saja menyelesaikan satu penampilan. Bagi orang lain mungkin hanya beberapa menit. Bagi keluarganya, ada bertahun-tahun kebiasaan yang bekerja di belakangnya.
Prestasi Bintan
Piala-piala Bintan mulai memenuhi ingatan ibunya sampai sulit untuk ia sebutkan satu per satu, saat diwawancara.
Dalam hal menyanyi solo, ia pernah meraih juara harapan satu dalam kompetisi se-Madura di Pamekasan. Pada kesempatan berikutnya, di kota yang sama, ia meraih juara satu menyanyi solo se-Madura.
Ia juga pernah meraih juara dua lagu nasional di Pendopo Sumenep dan juara tiga lomba menyanyi lagu Madura di SMP Kalianget.

