Santai, tetapi Serius

Orang tua Bintan tidak menyiapkan sebuah cetak biru masa depan untuk anaknya.

Arimas mengatakan ia dan suaminya bukan tipe orang tua yang otoriter. Mereka tidak ingin semua keputusan tentang anak ditentukan dari keinginan orang dewasa.

MEREKA memilih mengamati. Apa yang disukai anak? Di mana minatnya? Apa yang terlihat sebagai bakat?

Sesudah itu, baru mereka mencari ruang untuk mengasahnya.

Kursus menjadi salah satu caranya. Bintan didaftarkan pada kegiatan yang dianggap dapat membantu kemampuan yang mulai terlihat. Sebab orang tua, kata Arimas, belum tentu menguasai semua bidang yang menjadi bakat anak-anaknya.

Di titik ini, pengasuhan tidak dipahami sebagai proyek untuk menciptakan juara.

Ada ruang bagi anak untuk mencoba.

Namun menjelang lomba, kelonggaran itu berubah menjadi latihan yang lebih serius. Beberapa hari sebelum pertandingan, Bintan digembleng. Tetapi latihan tetap diupayakan dalam suasana santai.

Tidak boleh ada ketakutan terhadap panggung.