Yang paling menonjol adalah prestasinya dalam FLS3N. Dua tahun berturut-turut Bintan meraih juara satu lomba menyanyi solo.

Pada hari penampilannya di halaman Pemkab Sumenep, sebelum tampil, Bintan bahkan sempat menerima piala dari Dinas Pendidikan Sumenep atas prestasi tersebut.
Seolah pagi itu belum selesai memberinya cerita.
Dunia Bintan kemudian meluas ke seni mendongeng. Pada Ramadan 1447 Hijriah, ia mengikuti lomba kisah Nabi di RSI Kalianget. Itu baru kali kedua ia masuk ke dunia perdongengan.
Dua kali tampil, dua kali pula membawa pulang juara. Di RSI Kalianget ia meraih juara dua. Dalam lomba yang digelar Kata Bintang, ia kembali meraih juara dua kategori mendongeng.
PUISI pun punya tempat sendiri.
Bintan pernah meraih juara harapan satu di RRI. Dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang digelar Dinas Pendidikan Sumenep pada 2025, ia meraih juara dua. Ia juga meraih juara dua lomba baca puisi se-Madura di Pamekasan.
Daftar itu masih bisa bertambah. Tetapi Arimas tidak terdengar seperti seorang ibu yang sedang menghitung koleksi piala anaknya. Ia justru beberapa kali berhenti untuk mengingat.
Prestasi, bagi keluarga ini, tampaknya lebih penting sebagai tanda bahwa anak menemukan sesuatu yang ia sukai.

